Angela Merkel: Lebih Baik Jerman Gelar Pemilu Ulang

Kompas.com - 21/11/2017, 12:13 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel, kandidat utama Partai Christian Democratic Union (CDU) untuk pemilihan umum mendatang, memegang sayuran dalam sebuah reli kampanye di Freiburg, Jerman, Senin (18/9/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach/cfo/17 ANTARA FOTO/REUTERS/Kai PfaffenbachKanselir Jerman Angela Merkel, kandidat utama Partai Christian Democratic Union (CDU) untuk pemilihan umum mendatang, memegang sayuran dalam sebuah reli kampanye di Freiburg, Jerman, Senin (18/9/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach/cfo/17
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BERLIN, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyebut dia menginginkan Jerman mengadakan pemilu ulang.

Dia merasa skeptis jika membentuk pemerintahan minoritas selama empat tahun ke depan.

Sejak memenangkan pemilu 24 September, selama dua bulan terakhir Merkel belum membentuk pemerintahan baru.

Itu setelah partai terbesar kedua setelah Union, Sosial Demokrat (SPD), dan beberapa partai lain menyatakan tidak akan menggabungkan diri ke koalisi Merkel.

Merkel kemudian mencoba membentuk Koalisi Jamaika dengan menggandeng Partai Kebebasan Demokratik (FDP), dan Partai Hijau.

Namun, ketua FPD, Christian Lindner memutuskan menarik diri dari negosiasi yang sudah berlangsung sejak 18 Oktober.

Baca juga : Gagal Bentuk Pemerintahan, Merkel Terancam Tidak Jadi Kanselir Jerman

Dalam keputusannya, Lindner menyatakan tidak menemukan visi politik yang sama dengan Merkel. Situasi ini membuatnya putus asa.

Dilansir dari televisi ARD via Sky News Senin (20/11/20170, Merkel mengaku tidak memiliki rencana membentuk pemerintahan minoritas.

"Saya tidak ingin berkata 'tidak'. Namun, saya sangat skeptis akan perkembangan ini, dan menilai lebih baik Jerman menggelar pemilu ulang," kata Merkel.

Dalam wawancara terpisah dengan ZDF, pemimpin 63 tahun itu berujar Jerman butuh pemerintahan stabil "yang tidak selalu harus mengambil keputusan secara mayoritas".

Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier kemudian menyerukan agar semua partai mengesampingkan ego politik mereka.

Steinmeier berpendapat membentuk pemerintahan memang selalu menjadi proses yang sangat sulit.

"Namun, ini adalah mandat tertinggi yang diberikan rakyat kepada partai. Saat ini adalah momen yang harus dipertimbangkan oleh setiap partai," papar Steinmeier.

Baca juga : Pemilu Jerman Digelar, Kemenangan Merkel Bukan Tanpa Tantangan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X