China Bangun Infrastruktur di Papua Niugini, Australia Mulai Khawatir

Kompas.com - 21/11/2017, 11:59 WIB
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan PM Papua Niugini di KTT APEC Vietnam belum lama ini.PM Office/ABC Australia Presiden China Xi Jinping bertemu dengan PM Papua Niugini di KTT APEC Vietnam belum lama ini.

PORT MORESBY, KOMPAS.com - Pemerintah Papua Niugini (PNG) menandatangani sejumlah kesepakatan pembangunan infrastruktur dengan China sebagai bagian dari kebijakan One Belt, One Road.

Hal ini, menurut Pemerintah PNG, dimaksudkan untuk menciptakan "koridor perdagangan yang lebih efisien antara Asia Pasifik dan Australia Barat".

"Sejalan dengan berkembangannya inisiatif (One Belt, One Road) ini, kita melihat perbaikan infrastruktur di banyak negara berkembang," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri PNG Peter O'Neill, Senin (20/11/2017).

Terdapat tiga kesepakatan yang ditandatangani dengan tujuan untuk meningkatkan pertanian, transportasi, serta pengiriman barang dan jasa ke wilayah terpencil PNG.

Baca juga : Proyek ?One Belt One Road? China, Apa Untungnya bagi ASEAN?

Selain itu, ada kesepakatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat agar terlibat lebih aktif dalam perekonomian.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah China dan China Railway Company atas komitmen mereka terhadap Papua Niugini," kata PM O'Neill.

"Dukungan Anda untuk Papua Niugini akan diingat untuk jangka panjang," tambahnya.

Pengumuman kesepakatan kedua negara tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran oposisi Australia mengenai hilangnya pengaruh negara ini di Pasifik karena digantikan kekuatan dunia lainnya, terutama China.

Juru bicara oposisi urusan pertahanan Richard Marles dalam pidatonya ini di Lowy Institute menyatakan kawasan Pasifik merupakan "blind spot" keamanan terbesar Australia.

Dia menambahkan, adanya ketakutan menjadi "kekuatan kolonial yang angkuh" telah menghambat Australia untuk terlibat secara efektif di Pasifik.

Berdasar informasi yang diperoleh ABC, banyak tokoh senior bidang keamanan nasional Australia menentang gagasan tersebut. Mereka meyakini tidak bijaksana jika semakin tergantung pada China.

Kepada program Pacific Beat yang ditayangkan ABC, Marles menjelaskan, meski Australia memiliki "komitmen signifikan" di Pasifik, namun Australia perlu berbuat lebih banyak.

"Saya ingin sekali melihat perubahan dimana Pasifik menjadi yang utama dalam pemikiran dan strategi kita sebagaimana hubungan utama lainnya, seperti dengan Amerika Serikat dan China," katanya.

Baca juga : Papua Niugini Dilanda Kekeringan, Warga Disarankan Makan Marmut

Marles juga mengumumkan sebuah "Rencana Pasifik" dari Partai Buruh untuk sedapat mungkin menjadi "sahabat terbaik" negara-negara di kawasan.

"Membuat rencana dengan Pasifik juga akan memberitahu seluruh dunia tahu bahwa kita serius dengan tanggung jawab kita di Pasifik dan ingin ikut hadir," kata Marles.

"Sebuah rencana Pasifik akan menunjukkan bahwa negara tersebut adalah Australia," tambahnya.



EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X