Tahun Depan, Trump Bakal Deportasi 60.000 Warga Haiti - Kompas.com

Tahun Depan, Trump Bakal Deportasi 60.000 Warga Haiti

Kompas.com - 21/11/2017, 11:49 WIB
Presiden AS, Donald TrumpReuters Presiden AS, Donald Trump


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal mengakhiri program izin tinggal sementara 60.000 orang dari Haiti.

Sebelumnya, Pemerintah AS mengizinkan penduduk Haiti untuk tinggal dan bekerja di AS, setelah gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang negara Karibia tersebut.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri menyebut, situasi di Haiti telah membaik secara signifikan sehingga program tersebut hanya akan diperpanjang satu kali hingga Juli 2019, sehingga warga Haiti masih memiliki waktu untuk bersiap pulang ke kampung halaman.

Dilansir dari The Independent, Selasa (21/11/2017), kuasa hukum dan anggota Kongres dari dua partai di AS telah meminta Trump untuk memberikan perpanjangan masa program Status Perlindungan Sementara itu selama 18 bulan.

Baca juga : Badai Matius Sudah Renggut 400 Nyawa di Haiti

Kendati Haiti telah membuat kemajuan pasca-gempa karena bantuan internasional terus mengalir, namun negara Karibia tersebut tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Lebih dari 2,5 juta orang atau seperempat dari populasi hidup dengan pendapatan kurang dari 1,23 dolar AS atau Rp 16.000 per hari. Fakta ini disebut sebagai kemiskinan ekstrem.

Pada bulan lalu, PBB telah mengakhiri misi menjaga perdamaian di Haiti, termasuk menarik 10.000 tentara.

Namun, sebuah misi baru diluncurkan yang terdiri dari 1.300 polisi sipil internasional dan 350 warga untuk membantu negara itu mereformasi sistem peradilan.

Pemerintah AS telah memberikan status tinggal sementara kepada 435.000 orang dari 9 negara yang tertimpa bencana alam atau perang. Mereka bisa datang ke AS secara legal, begitu pula sebaliknya.

Baca juga : Trump Cabut Larangan Impor Kepala Gajah dari Afrika

Beberapa hari setelah gempa berskala 7.0 SR menghancurkan Haiti pada Januari 2010, Barack Obama yang menjabat presiden kala itu memberikan status perlindungan 18 bulan untuk warga Haiti di AS.

Obama terus memperpanjang masa tinggal sementara itu setiap kali memasuki masa habis.


EditorVeronika Yasinta

Terkini Lainnya

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Regional
Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Nasional
Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Regional

Close Ads X