PM Inggris Gelar Rapat Kabinet Terbatas Bahas "Biaya Perceraian" Brexit

Kompas.com - 20/11/2017, 17:04 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May AFP PHOTOPerdana Menteri Inggris Theresa May
|
EditorArdi Priyatno Utomo

LONDON, KOMPAS.com - Inggris mulai menyiapkan penawaran jelang negosiasi lanjutan proses perceraian Inggris dari Uni Eropa (UE) Desember nanti.

Salah satu yang akan dibahas adalah kewajiban Inggris menyetorkan "biaya perceraian" kepada UE setelah proses yang dikenal dengan Brexit ini selesai.

Sesuai dengan Artikel 50 Traktat Lisbon, negara anggota yang hendak memisahkan diri dari UE harus menjalin sejumlah kesepakatan.

Termasuk, memastikan anggaran UE tidak "kosong" ketika resmi berpisah.

Biaya perceraian ini adalah masalah utama mengapa negosiasi Brexit selalu mengalami jalan buntu.

Tanpa adanya penawaran baru, ditambah dengan penanganan masalah perbatasan di Irlandia Utara dan hak maupun kewajiban rakyat Inggris pasca-Brexit, negosiasi tidak akan masuk tahap kedua, yakni pembicaraan hubungan dagang.

Baca juga : Tanggal Ini, Brexit akan Resmi Terjadi

BBC melansir Senin (20/11/2017), angka penawaran awal Inggris adalah 20 miliar poundsterling Inggris, sekitar Rp 357 triliun.

Namun, angka itu tidak memuaskan UE.

Muncul kabar Perdana Menteri Theresa May menaikkan tawaran menjadi 38 miliar poundsterling Inggris, atau sekitar Rp 678 triliun.

Namun, Downing Street Nomor 10 langsung menyanggah rumor itu.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X