Kompas.com - 20/11/2017, 16:40 WIB
|
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Dalam Perang Korea (1950-1953), Amerika Serikat bersekutu dengan Korea Selatan memerangi Korea Utara yang disokong Uni Soviet dan China.

Dalam perang ini, sejumlah mesin perang terbaru ikut ambil bagian salah satunya adalah jet tempur F-86 Sabre atau disebut Sabrejet milik AS.

Sementara di sisi yang berlawanan, Korea Utara menggunakan jet tempur buatan Uni Soviet MiG-15.

Kedua pihak sama-sama ingin tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing pesawat tempur. Itulah yang mendorong Uni Soviet memutuskan untuk mencuri sebuah F-86 Sabre.

Baca juga : Serangan Jet Tempur Rusia di Sungai Efrat, 16 Warga Sipil Tewas

Amerika Serikat mulai menggunakan F-86 Sabre pada 1949. Sayap pesawat ini dirancang untuk membuatnya mampu mencapai kecepatan suara.

Dengan kemampuan terbangnya yang luar biasa ini, F-86 segera menjadi tulang punggung dalam pertempuran udara dalam Perang Korea, meski jenis-jenis pesawat dengan sayap tegak seperti F-80 dan F-84 masih digunakan.

Lalu, semua berubah ketika pada 1 November 1950, ketika Uni Soviet merespon kehadiran F-86 Sabre dengan jet terbarunya MiG-15.

Kedua pesawat ini amat mirip dalam hal rancangan, terutama bentuk sayapnya yang agak miring untuk membantu mencapai kecepatan suara. Namun, setiap pesawat memiliki kesepakatan dan kelemahan.

Sabre bisa mencapai kecepatan 1.100 kilometer per jam, kemudian bisa berguling, berbelok, dan menukik dengan kecepatan tinggi. Selain itu, Sabre memiliki desain yang secara aerodinamik lebih stabil.

Hal terpenting adalah, Sabre dilengkapi dengan radar AN/APG-30 yang berguna bagi pilot untuk mengarahkan senapan mesin kaliber 50 milimeter dengan lebih akurat.

Baca juga : Jet Tempur Sukhoi Terguling Saat Lepas Landas, Pilot Tewas

MiG-15 juga bisa terbang dengan kecepatan yang hampir sama, tetapi lebih baik dalam hal akselerasi, terbang menanjak, bisa terbang lebih tinggi, dan lebih lincah bermanuver.

Namun, untuk persenjataan MiG-15 tak seakurat Sabre tetapi pesawat Uni Soviet ini dipersenjatai dengan dua senapan mesin kaliber 23 milimeter dan satu meriam 37 milimeter.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.