Kompas.com - 20/11/2017, 15:26 WIB
Kanselir Jerman, Angela Merkel ketika memberikan keterangan pers (19/11/2017). Merkel terancam tidak menjadi kanselir Jerman untuk empat kali beruntun karena sejak pemilu 24 September, dia belum membentuk pemerintahan. Tobias SCHWARZ/AFPKanselir Jerman, Angela Merkel ketika memberikan keterangan pers (19/11/2017). Merkel terancam tidak menjadi kanselir Jerman untuk empat kali beruntun karena sejak pemilu 24 September, dia belum membentuk pemerintahan.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

Dalam pernyataannya, Lindner berujar dalam diskusi itu tidak terbangun "dasar kepercayaan" antara partainya, Merkel, dan Partai Hijau.

"Lebih baik tidak membentuk pemerintahan daripada memerintah dengan jelek," kata Lindser seperti dikutip oleh Sky News.

Lindner melanjutkan, Merkal yang dikenal konservatif tidak membagi visi yang sama tentang cara membangun Jerman yang lebih modern.

Baca juga : Pemilu Jerman Digelar, Kemenangan Merkel Bukan Tanpa Tantangan

Merkel dalam konferensi pers menyatakan bahwa dia bakal berkonsultasi dengan Presiden Frank-Walter Steinmeier tentang langkah apa yang harus diambil.

Sky News mewartakan, kolapsnya negosiasi pemerintahan yang coba dibentuk dalam sebulan terakhir membuat situasi politik dan ekonomi Jerman jadi tak menentu.

Steinmeier dilaporkan mempunyai dua opsi untuk mengatasi masalah tersebut.

Yang pertama, Merkel masih bisa menjalankan roda pemerintahan dengan kabinet minoritas.

Kedua, Steinmeier akan mengumumkan pemilu ulang jika pemerintahan tak kunjung terbentuk.

Sembari menunggu keputusan final, Merkel berujar bahwa dia masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (acting) Kanselir Jerman.

"Ini adalah hari refleksi terdalam tentang bagaimana Jerman harus melangkah maju," ujar Merkel dalam konferensi pers.

"Sebagai kanselir, saya akan melakukan segalanya untuk memastikan negara ini tertata dengan baik saat menghadapi periode sulit," lanjut politisi 63 tahun itu.

Sejak 2015, posisi Merkel sudah melemah setelah kebijakannya untuk membuka perbatasan bagi para pencari suaka dikritik oleh oposisi.

Baca juga : Kanselir Merkel Sepakat Sanksi yang Lebih Berat untuk Korut

Halaman:


Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X