Hilang 3 Hari, Kapal Selam Argentina Sempat Kirim Sinyal

Kompas.com - 19/11/2017, 11:12 WIB
Gambar Kapal Selam Argentina ARA San Juan pada 18 November 2014, di Buenos Aires, Argentina. (AFP/Angkatan Laut Argentina) Gambar Kapal Selam Argentina ARA San Juan pada 18 November 2014, di Buenos Aires, Argentina. (AFP/Angkatan Laut Argentina)
|
EditorVeronika Yasinta

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Pemerintah Argentina meyakini tujuh sinyal panggilan gagal yang terdeteksi satelit merupakan kiriman dari kapal selam yang hilang tiga hari lalu.

Kapal selam ARA San Juan hilang di selatan Samudra Atlantik dengan membawa 44 kru.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (19/11/2017), Pemerintah Argentina menyatakan, sinyal dari kapal selam tersebut terekam 4 hingga 36 detik.

Kementerian Argentina bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat mencari keberadaan kapal selam melalui komunikasi satelit.

Namun, belum jelas jenis panggilan apa yang dilakukan kapal selam itu. Kapal selam San Juan memiliki tanda pendeteksi lokasi yang dapat mengapung.

Baca juga: Foto Satelit Rekam Korut Bangun Kapal Selam Bersenjata Misil Balistik

Alat tersebut dikenal sebagai radio suar indikator keadaan darurat (EPIRB) yang dapat naik ke permukaan laut, kemudian mengeluarkan sinyal darurat melalui satelit.

Saat ini, Pemerintah Argentina menyiapkan penyelamatan bawah laut, sementara upaya dari internasional juga sudah dilakukan untuk menemukan kapal yang hilang.

Angkatan Laut Argentina kehilangan kontak radio dengan San Juan setelah transmisi terjadwal yang terakhir pada Rabu (15/11/2017) pagi waktu setempat.

Kapal tersebut berada dalam penyelaman 10 hari dari pelabuhan selatan di Argentina, Pelabuhan Ushuaia, menuju pangkalan angkatan laut di Mar del Palta, 400 km dari selatan Buenos Aires.

Ke-44 kru yang berada dalam kapal selam itu semuanya merupakan perempuan. Misi ini menjadi penyelaman kapal selam pertama Argentina yang diikuti anggota perempuan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X