Kompas.com - 17/11/2017, 12:09 WIB
rodusen perlengkapan olahraga raksasa asal Jerman, Puma, pada Kamis (17/11/2017) meminta maaf karena telah melukis di dinding bangunan bersejarah di Old Delhis Chawri Bazar dengan mural untuk kampanye iklan. (The Indian Express) rodusen perlengkapan olahraga raksasa asal Jerman, Puma, pada Kamis (17/11/2017) meminta maaf karena telah melukis di dinding bangunan bersejarah di Old Delhis Chawri Bazar dengan mural untuk kampanye iklan. (The Indian Express)
|
EditorVeronika Yasinta


NEW DELHI, KOMPAS.com - Produsen perlengkapan olahraga raksasa asal Jerman, Puma, pada Kamis (17/11/2017) meminta maaf karena telah melukis di dinding bangunan bersejarah di Old Delhi's Chawri Bazar dengan mural untuk kampanye iklan.

Dilansir dari The Indian Express, Jumat (17/11/2017), juru bicara Puma di India mengklaim, mural tersebut dilukis secara tak sengaja dan akan mengembalikan dinding itu ke bentuk semula.

"Kami tulus minta maaf dan akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengembalikan dinding itu seperti semula," katanya.

Manajemen Puma menyebut, perusahaannya akan mengidentifikasi lokasi dan pemilik bangunan itu.

Baca juga : Puma Diprotes Balai Konservasi India karena Dianggap Merusak Cagar Budaya

Pada hari Senin (13/11/2017), Balai Konservasi Warisan Seni dan Kebudayaan Nasional India (INTACH) melaporkan dinding-dinding bangunan yang dipenuhi mural tersebut masuk dalam daftar situs cagar budaya.

INTACH menuduh Puma sudah merusak peninggalan milik Shah Jahan. Shah Jahan adalah raja yang memerintah Dinasti Mughal sejak 1628-1658 silam.

Namanya dikenal mendunia karena peninggalannya berupa Taj Mahal, sebuah makam bagi permaisuri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang kemudian diakui sebagai warisan Unesco.

Salah satu anggota INTACH, Swapna Liddel mengatakan, pejabat perusahaan asal Jerman itu telah menemuinya dan ingin menebus kesalahan atas kampanye iklan dengan mural di situs warisan budaya.

Baca juga : Penampilan Terakhir Bolt Dongkrak Penjualan Puma

"Saya memberitahu mereka, upaya restorasi yang terburu-buru tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan ahli," katanya.

Liddle menyatakan, mural tersebut menyebabkan kerusakan permanen pada batu pasir yang diukir, plester batu kapur dan batu bata Lahori.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.