AS Peringatkan Potensi Ancaman Teror di Eropa Jelang Natal

Kompas.com - 17/11/2017, 09:20 WIB
Pasar Natal di tepi Danau Geneva.KOMPAS/MAWAR KUSUMA WULAN Pasar Natal di tepi Danau Geneva.


WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis (17/11/2017) mengeluarkan peringatan ke warganya yang akan berlibur ke Eropa terkait ancaman teror selama liburan Natal dan Tahun Baru.

Dilansir dari AFP, Pemerintah AS telah lama meminta warganya waspada terhadap serangan ekstremis di kota-kota Eropa. Peringatan itu juga termasuk pada acara-acara festival yang ramai.

"Tahun lalu, serangan massal terjadi di pasar Natal, di Berlin, Jerman, pada Desember, dan sebuah klub malam di Istanbul, Turki, pada malam Tahun Baru," tulis pernyataan itu.

Sebuah truk menabrak kerumunan orang di sebuah pasar yang menjual keperluan Natal di pusat Kota Berlin, Jerman, pada 19 Desember 2016.

Baca juga : Teror Truk Tabrak Warga di Pasar Natal Berlin, 9 Tewas dan 50 Luka

Aksi yang oleh pihak kepolisian disebuta sebagai teror ini menewaskan 9 orang dan melukai sekitar 50 orang lainnya.

Sementara, sedikitnya 39 orang tewas dalam serangan di sebuah kelab malam di Istanbul, Turki. Dalam peristiwa yang terjadi pukul 01.30 waktu setempat setelah malam pergantian tahun awal Januari lalu itu, sekitar 40 orang lainnya juga dilaporkan terluka.

Menurut laporan saksi mata, serangan terhadap pengunjung kelab malam Reina di wilayah Ortakoy itu dilakukan oleh seseorang yang mengenakan kostum Sinterklas dan berbahasa Arab.

Baca juga : Usai Serangan Klub Malam, Sebuah Masjid di Istanbul Ditembaki

Kementerian Luar Negeri AS juga memperingatkan agar warga AS selalu waspada, terlebih adanya serangan yang baru-baru ini terjadi di Inggris, Finlandia, Perancis, Rusia, Spanyol dan Swedia menunjukkan  Al Qaeda dan ISIS masih aktif.

"Warga AS harus selalu waspada terhadap kemungkinan simpatisan teroris atau ekstremis yang meradikalisasi diri. Mereka dapat melakukan serangan kecil atau tanpa peringatan," tulisnya dalam sebuah pernyataan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorVeronika Yasinta
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X