Pengungsi Rohingya Bisa Pulang Jika Warga Asli Rakhine Siap Menerima

Kompas.com - 16/11/2017, 18:56 WIB
Para pengungsi Rohingya berjalan menyusuri daerah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar di kawasan Palongkhali. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2017. Munir UZ ZAMAN / AFP Para pengungsi Rohingya berjalan menyusuri daerah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar di kawasan Palongkhali. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2017.
|
EditorErvan Hardoko

YANGON, KOMPAS.com - Para pengungsi Rohinya tak bisa kembali ke negara bagian Rakhine hingga warga Myanmar "yang sesungguhnya" siap menerima mereka.

Demikian disampaikan Jenderal Min Aung Hlaing, panglima AD Myanmar, Kamis (16/11/2017), yang membuat masa depan repatriasi etnis minoritas Rohingya semakin tak jelas.

"Penekanan harus ditempatkan pada keinginan warga asli Rakhine yang merupakan warga negara Myanmar. Hanya jika warga asli Rakhine menerima, maka semua pihak akan puas," ujar Hlaing lewat akun Facebook-nya.

Sang jenderal juga menegaskan, Myanmar tak akan mengizinkan seluruh warga Rohingya di Bangladesh kembali ke negeri itu.

Baca juga : Pemerkosaan Perempuan Rohingya Dilakukan Lebih dari 5 Tentara Myanmar

"Sangat tidak mungkin menerima jumlah orang yang diusulkan Bangladesh," tambah Hlaing yang menyebut para pengungsi itu adalah "teroris" yang kabur bersama keluarga mereka.

Pernyataan Jenderal Hlaing ini diucapkan hanya sehari setelah dia bertemu dengan Menlu AS Rex Tillerson pada Rabu (15/11/2017).

Dalam pertemuan itu, Tillerson menyerukan agar militer Myanmar mendukung upaya pemulangan seluruh pengungsi sembari menambahkan bahwa laporan terkait kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar sangat kredibel.

Sebelumnya, Myanmar dan Bangladesh pada dasarnya sudah sepakat untuk memulai pemulangan kembali para pengungsi Rohingya.

Namun, kedua negara masih belum sepakat dalam sejumlah detil proses pemulangan tersebut.

Salah satunya adalah jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh yang diizinkan pulang ke Rakhine.

Pertanyaan berikut adalah di mana mereka akan tinggal setelah desa mereka dibumihanguskan tentara dan bagaimana para pengungsi itu bisa kembali membaur dengan warga Rakhine lainnya.

Lebih dari 600.000 warga etnis Rohingya kini berdesakan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh setelah melarikan diri dari kampanye militer brutal di Myanmar yang digelar sejak akhir Agustus lalu.

Baca juga : Menlu Tillerson Sebut Sanksi ke Myanmar Tidak Akan Selesaikan Krisis Rohingya

PBB mengatakan, operasi bumi hangus yang mengakibatkan ratusan desa Rohingya di negara bagian Rakhine rata dengan tanah itu sudah bisa dikatakan sebagai upaya pembersihan etnis minoritas.

Namun, tudingan PBB itu dibantah Jenderal Min Aung Hlaing dengan menegaskan prajurit Myanmar hanya mengincar para pemberontak Rohingya.




Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X