Kompas.com - 16/11/2017, 18:52 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

SEOUL, KOMPAS.com - Tim medis Korea Selatan (Korsel) menyatakan tentara Korea Utara (Korut) yang membelot dalam keadaan stabil.

Namun, mereka menyatakan bakal terus memonitor perkembangannya selama 24 jam.

Sebab, ditemukan banyak parasit di tubuhnya yang membuat serdadu tanpa nama itu kembali berada dalam momen kritis.

Lee Cook Jong, dokter yang menangani serdadu itu berkata, salah sat parasit yang mereka temukan adalah cacing gelang di sekitar intestine.

Intestine adalah saluran pencernaan kecil yang mengarah dari perut menuju anus.

Baca juga : Tentara Korut Ditembak Ketika Membelot ke Korsel Lewat Kawasan Wisata

Ketika diangkat, cacing gelang itu berukuran 27 sentimeter.

"Saya belum pernah melihat hal seperti ini sepanjang 20 tahun karir saya," tutur Cook Jong dikutip kantor berita AFP.

AFP mewartakan, parasit seperti cacing gelang sangat umum ditemukan di Korut.

Cacing itu tumbuh dari sayuran yang dimasak tidak matang dan melalui proses fertilisasi menggunakan pupuk kotoran.

Cook Jong melanjutkan, ketika dibawa dari zona demiliterisasi Panmunjom, tentara desertir itu berada dalam kondisi pendarahan yang parah.

"Kontaminasinya bisa sangat parah mengingat pasien ini mengalami trauma hebat dari pendarahannya," papar Cook Jong.

Sebelumnya Senin (13/11/2017), tentara Korut itu membelot menuju Korsel lewat kawasan zona demiliterisasi Panmunjom.

Tidak seperti zona demiliterisasi lain yang memasang ranjau maupun kawat berduri, kawasan Panmunjom hanya dijaga oleh masing-masing tentara dari dua Korea.

Sebabnya, Panmunjom adalah kawasan wisata.

Aksi tentara itu diketahui oleh serdadu lain yang kemudian melepaskan tembakan. Militer Korsel memprediksi, tentara desertir itu menerima sekitar 40 tembakan.

Dia bertahan hidup dengan berlindung di belakang gedung yang masuk area Korsel, dan merayap di rerumputan sebelum kemudian tak sadarkan diri.

Baca juga : Militer Korsel: Tentara Korut yang Membelot Ditembak 40 Kali

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.