Menlu Tillerson Sebut Sanksi ke Myanmar Tidak Akan Selesaikan Krisis Rohingya

Kompas.com - 15/11/2017, 19:17 WIB
Menlu AS Rex Tillerson memerhatikan Menlu Korea Selatan Yun Byung-se, dalam jumpa pers di Seoul, Jumat (17/3/2017). JUNG YEON-JE / POOL / AFP Menlu AS Rex Tillerson memerhatikan Menlu Korea Selatan Yun Byung-se, dalam jumpa pers di Seoul, Jumat (17/3/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS), Rex Tillerson, mengatakan tidak akan memberi sanksi kepada Myanmar atas perlakuan mereka kepada etnis Rohingya karena dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.

Hal itu dikatakan Tillerson pasca-pertemuannya dengan Konselor Myanmar, Aung San Suu Kyi di Nyapyidaw Rabu (15/11/2017).

Sebelumnya pada 23 Oktober, pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan memberi sanksi ekonomi kepada Myanmar.

Sejak militer Myanmar melakukan operasi ke Rakhine pada 25 Agustus sebagai balasan atas serangan gerilyawan, lebih dari 600.000 rakyat Rohingya mengungsi ke Banglades.

Mereka yang melarikan diri menuduh pasukan keamanan melakukan pembakaran, pembunuhan dan pemerkosaan.

Baca juga : 25.000 Anak Etnis Rohingya di Pengungsian Alami Gizi Buruk

Namun, dilansir dari AFP, Tillerson menyatakan sanksi tidak serta-merta akan menyelesaikan krisis kemanusiaan di Rakhine.

"Saya ingin melihat Myanmar sukses menyelesaikan krisisnya tanpa harus mendapat sanksi dari pihak manapun," ujar Tillerson.

Meski begitu, diplomat 65 tahun tersebut melanjutkan bahwa Washington benar-benar serius menyikapi kabar adanya pembantaian yang dilakukan aparat keamanan Myanmar.

Tillerson mendesak agar Myanmar menerima investigasi secara mandiri untuk membuktikan tuduhan tersebut.

"Situasi yang ada di sana benar-benar mengerikan," tambah Tillerson.

AFP mewartakan, baik militer maupun pemerintahan Suu Kyi sama-sama menyangkal tuduhan terjadinya pembantaian, dan tidak mengizinkan tim investigasi bentukan PBB masuk ke wilayah mereka.

Baca juga : Badut Bawa Keceriaan ke Anak-anak Etnis Rohingya



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X