Robert Mugabe, Pahlawan Kemerdekaan yang Menjadi Diktator

Kompas.com - 15/11/2017, 18:07 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe terpeleset saat menuruni tangga podium usai berpidato di hadapan para pendukungnya setibanya dari menghadiri KTT Uni Afrika di Etiopia, Rabu (4/2/2015). AP PhotoPresiden Zimbabwe Robert Mugabe terpeleset saat menuruni tangga podium usai berpidato di hadapan para pendukungnya setibanya dari menghadiri KTT Uni Afrika di Etiopia, Rabu (4/2/2015).
|
EditorErvan Hardoko

HARARE, KOMPAS.com - Suatu hari Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe pernah sesumbar bahwa dia akan berkuasa hingga usia 100 tahun.

Namun, di usianya yang ke-93 genggamannya terhadap kekuasaan semakin lemah di tengah ketegangan antara partai Zanu-PF dan militer yang menyokong kekuasaannya.

Awalnya, Mugabe dipuja sebagai sosok pembebas yang mengusir pemerintahan minoritas kulit putih di Rhodesia, nama lama Zimbabwe.

Tak butuh waktu lama Mugabe kemudian disebut sebagai sosok penganiaya setelah menyingkirkan lawan-lawan politiknya dan menghancurkan perekonomian negara.

Baca juga : Militer Zimbabwe Jamin Keselamatan Mugabe dan Keluarganya

Mantan tahanan politik dan gerilyawan ini naik ke tampuk kekuasaan setelah memenangkan pemilihan umum pada 1980.

Pemilu digelar setelah didahului pemberontakan berdarah dan sanksi ekonomi yang memaksa pemerintah Rhodesia bersedia bernegosiasi.

Setelah berkuasa, awalnya Mugabe mendapat pujian karena mendeklarasikan kebijakan rekonsiliasi ras serta memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan bagi warga mayoritas kulit hitam.

Namun, semua prestasinya itu hilang dengan cepat.

Setelah bebas dari penjara pada 1974, Mugabe memimpin Persatuan Nasional Afrika Zimbabwe (ZANU) dan sayap militernya yang kemudian mengobarkan pemberontakan terhadap pemerintah.

Rekannya dalam pemberontakan adalah Joshua Nkomo, pemimpin Persatuan Rakyat Zimbabwe Afrika (ZAPU) yang akhirnya sama-sama mengendalikan Zimbabwe.

Namun, Nkomo pula yang menjadi korban pertama politik Mugabe. Pada 1982, Nkomo dipecat setelah aparat keamanan menemukan gudang senjata di kediaman Nkomo di provinsi Matabeleland.

Baca juga : Liga Pemuda Zanu-PF Siap Mati untuk Membela Presiden Mugabe

Mugabe, yang disokong etnis mayoritas Shona, kemudian mengerahkan pasuka Brigade Kelima yang dilatih Korea Utara untuk menyerang warga Ndebele, suku asal Joshua Nkomo.

Dalam sebuah kampanye militer bernama Gukurahundi, sebanyak 20.000 warga Ndebele yang dituduh hendak memberontak tewas.

Halaman:
Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X