Umat Kristen China Diminta Ganti Foto Yesus dengan Presiden Xi Jinping

Kompas.com - 14/11/2017, 14:25 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017). WANG ZHAO / AFPPresiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017).
|
EditorErvan Hardoko

BEIJING, KOMPAS.com — Ribuan umat Kristen di sebuah kawasan pedesaan miskin di wilayah tenggara China diminta mengganti gambar Yesus di rumah mereka dengan foto Presiden Xi Jinping.

Langkah ini merupakan bagian dari program pengentasan rakyat miskin sekaligus mencoba mengubah kepercayaan terhadap agama menjadi kepercayaan terhadap partai.

Kawasan Yugan terletak di salah satu ujung Poyang, danau air tawar terbesar China yang terletak di provinsi Jiangxi.

Selain dikenal sebagai kawasan miskin, Yugan juga memiliki populasi penganut Kristen yang amat besar.

Baca juga: Bertemu Xi Jinping, Trump Klaim Temukan Solusi Jitu Atasi Korut

Setidaknya 11 persen dari 1 juta penduduk Yugan hidup di bawah garis kemiskinan. Populasi umat Kristen di sana sekitar 10 persen dari jumlah penduduk.

Namun, pada saat pemerintah setempat meningkatkan upaya untuk mengentaskan rakyat miskin, pemeluk Kristen diperintahkan menurunkan foto Yesus, salib, dan berbagai ciri khas keagamaan dari rumah mereka.

Sebagai ganti foto Yesus, pemerintah meminta warganya untuk memajang foto Presiden Xi Jinping, sebuah praktik kultus individu seperti pada masa pemerintahan Mao Zedong.

Pemerintahan Xi Jinping memang menargetkan pada 2020 tak ada lagi masyarakat China yang masuk katagori miskin.

Kampanye mengganti foto ini tak hanya krusial sebagai warisan politik Xi Jinping, pemimpin terkuat China setelah Mao, tetapi juga sebagai upaya konsolidasi kendali partai terhadap akar rumput.

Di Yugan, partai komunis mendapatkan pesaing dari pengaruh Kristen yang menyebar cepat di desa-desa dan kota sejak akhir masa Revolusi Kebudayaan lebih dari 40 tahun lalu.

Halaman:


Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X