Penembakan Massal di AS, Bukan Mental Pelaku Penyebabnya...

Kompas.com - 14/11/2017, 10:21 WIB
Petugas kepolisian tengah mengamankan lokasi penembakan di Gereja Baptis, Sutherland Springs, texas, Minggu (5/11/2017). Setidaknya, 26 orang tewas dalam insiden ini.  (AFP/Erich Schlegel) Petugas kepolisian tengah mengamankan lokasi penembakan di Gereja Baptis, Sutherland Springs, texas, Minggu (5/11/2017). Setidaknya, 26 orang tewas dalam insiden ini. (AFP/Erich Schlegel)
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON, KOMPAS.com - Setelah Devin Patrick Kelley masuk ke gereja di Sutherland Springs, Texas, pada Minggu lalu dan menembak mati 26 orang, politikus Amerika Serikat menilai kasus itu disebabkan oleh kondisi kesehatan mental pelaku.

Masalah mental juga disoroti oleh Presiden AS Donald Trump yang berkicau di Twitter, bahwa serangan penembakan massal bukan disebabkan masalah kepemilikan senjata.

Pendapat Trump muncul ketika terdapat fakta, Kelley pernah kabur dari rumah sakit jiwa sekitar lima tahun lalu.

Namun, pakar kesehatan menyerukan agar masyarakat tidak mengaitkan antara kesehatan mental dengan penembakan massal.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (12/11/2017), psikiater forensik dari Universitas Georgetown, Liza Gold mengatakan, sebagian penembakan massal tidak dilakukan oleh orang yang mengalami sakit jiwa.

Baca juga : Penembakan Gereja di Texas, Insiden Ke-307 di AS Sepanjang Tahun Ini

"Negara kita dalam keadaan penyangkalan tentang sifat nyata dari kekerasan dengan senjata, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kematian," katanya.

Dalam American Journal of Psychiatry pada 2015 menyebutkan, hanya 3-5 persen tindakan kekerasan di AS dilakukan oleh individu yang didiagnosis menderita sakit jiwa.

Persentase kejahatan dengan pistol bahkan lebih rendah daripada rata-rata nasional pelaku penembakan yang tidak menderita sakit jiwa.

Studi juga menemukan orang dengan sakit mental tidak akan menjadi pelaku kekerasan daripada orang yang tidak menderita penyakit itu. Hanya 1 persen, tindakan kekerasan dengan pembunuhan dilakukan oleh pasien psikiater.

Aksesiblitas

Psikiater forensik di Columbia College of Physicians and Surgeon, Michael Stone, mengoleksi basis data 350 pembunuh massal dalam kurun waktu satu abad terakhir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X