Kompas.com - 12/11/2017, 13:05 WIB
|
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jika perang antara Amerika Serikat dan Korea Utara benar-benar pecah, maka pasukan AS di Korea Selatan tak akan bisa berbuat banyak.

Peringatan ini disampaikan Letjen Jan-Marc Jouas mantan wakil komandan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan.

"AS hanya memiliki 28.500 personel militer di Korea Selatan yang jumlahnya kalah jauh dibanding Korea Utara, demikian pula dengan jumlah pasukan Korea Selatan," kata Jouas dalam suratnya kepada sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat.

"Tak seperti seperti konflik lain setelah Perang Korea, Amerika tak akan mampu menambah pasukan sebelum perang pecah," tambah Jouas yang menyebut Korut memiliki setidaknya 1,2 juta personel militer.

Baca juga : Trump Segera Tentukan Sikap pada Korea Utara Usai Tur Asia

Surat yang ditulis Jouas ini ditujukan kepada anggota kongres Ted Lieu dan Ruben Gallego serta Senator Tammy Duckworth.

Ketiga politisi ini adalah para veteran perang yang amat prihatin terhadap retorika yang dilemparkan Presiden Donald Trump kepada Korea Utara.

Sejak Januari 2012 hingga Desember 2014, Jouas terlibat dalam perencanaan serangan balik ke Korea Utara jika negeri itu menyerang Korea Selatan.

"Ancaman ini adalah yang paling berbahaya yang pernah saya hadapi sejak Perang Dingin berakhir dan merencanakan serangan itu merupakan hal paling menantang yang saya hadapi selama 35 tahun karier saya," ujar Jouas.

Jouas juga menekankan, risiko konflik itu terhadap warga sipil Korea Selatan dan Amerika yang tinggal di kawasan tersebut.

Dia menambahkan, akan membutuhkan beberapa hari untuk menghancurkan seluruh artileri, roket, dan misil Korea Utara yang mengancam Seoul, yang berjarak kurang dari 100 kilometer dari perbatasan kedua negara.

Baca juga : Trump kepada Korea Utara: Jangan Main-main dengan Kami

"Akan jatuh korban jiwa yang amat besar dan krisis pengungsi akan terjadi, termasuk ribuan orang warga sipil AS yang akan mengandalkan tentara AS untuk mengeluarkan mereka dari Semenanjung Korea," lanjut Jouas.

Akhirnya, Jouas menegaskan, aksi militer AS terhadap Korea Utara, sekecil apapun, akan memicu perang besar dan nyaris tak bisa menghancurkan seluruh persenjataan nuklir Korea Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.