Kompas.com - 10/11/2017, 16:43 WIB
EditorVeronika Yasinta


DA NANG, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan forum kerja sama ekonomi negara-negara Asia-Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017).

"Indonesia selama berdekade-dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola wilayah luas yang terdiri dari 13.000 pulau," kata Trump, seperti ditulis BBC.

Dia berpendapat Indonesia telah mengangkat diri dari kemiskinan sehingga menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di G-20.

"Saat ini, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," imbuhnya.

Menurutnya, perubahan luar biasa itu juga terjadi di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga : Gedung Putih: Tidak Ada Pertemuan antara Trump dan Putin

Sebelumnya, dia melontarkan pujiannya terhadap tuan rumah Vietnam, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan, bahkan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Pelanggaran tata perdagangan

Di luar pujian pada sejumlah negara Asia Tenggara, Trump tetap memunculkan sikap kerasnya. Dia mengatakan, AS tidak akan lagi menoleransi pelanggaran tata perdagangan dunia.

Dia juga menyatakan kesiapan AS untuk bekerja sama dengan negara APEC , asal mematuhi perdagangan yang adil secara timbal balik.

"AS tidak akan lagi 'dimanfaatkan' dalam perdagangan," katanya.

Trump tidak menyebutkan secara gamblang, bahwa China sebagai pihak yang memanfaatkan AS.

Baca juga : Trump ke China, Dulu Geram dan Kini Lembut

Hubungan dagang AS dan China mencapai 648 miliar dolar AS tahun lalu. China lebih diuntungkan dalam hubungan itu, mengingat AS mengalami defisit sebesar 310 miliar dolar AS.

Saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Trump justru menuding pemerintahan AS sebelumnya bertanggung jawab atas hubungan dagang dengan China yang dianggapnya sangat tidak adil dan berat sebelah.

Sejak menjadi presiden, Trump telah menarik AS dari keanggotaan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), sebuah kesepakatan dagang dengan 12 negara anggota APEC, dengan alasan TPP akan melukai kepentingan ekonomi AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.