25.000 Anak Etnis Rohingya di Pengungsian Alami Gizi Buruk

Kompas.com - 10/11/2017, 14:37 WIB
Pengungsi menunggu antrean dokter di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh, Senin (6/11/2017). (AFP/Dibyangshu Sarkar) Pengungsi menunggu antrean dokter di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh, Senin (6/11/2017). (AFP/Dibyangshu Sarkar)
|
EditorVeronika Yasinta


BALUKHALI, KOMPAS.com - Lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, memperkirakan ad 25.000 anak-anak etnis Rohingnya di pengungsian, yang menderita gizi buruk.

Kondisi medis serius akibat tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh ini, bisa menjadi pembunuh nomor satu bagi anak-anak tersebut.

Dilansir dari AFP, Jumat (10/11/2017), Kepala Perwakilan UNICEF, Edouard Beigbeder mengatakan, kekurangan gizi parah berisiko mengancam nyawa anak-anak, padahal penyakit tersebut dapat dicegah dan disembuhkan.

"Anak-anak Rohingnya telah selamat dari kengerian di Rakhine dan telah menempuh perjalanan berbahaya. Mereka membutuhkan pertolongan sekarang," katanya.


PBB menyebut setengah dari pengungsi Rohingnya merupakan anak-anak. Beberapa telah meninggal, namun belum diketahui penyebabnya.

Baca juga : 40 Ribu Pengungsi Anak Rohingya tanpa Ditemani Keluarga

Seorang balita berusia hampir dua tahun, Mohammad Sohail terus menangis tak terkendali saat antre menemui dokter. Dia menjadi salah satu dari ribuan anak etnis Rohingnya yang menderita gizi buruk.

Ayahnya terbunuh ketika operasi militer Myanmar menyerang desanya di Rakhine. Kejadian itu memaksa ibunya, Hasan Begum dan beberapa anggota keluarga lain, untuk melarikan diri dan bergabung dengan 610.000 pengungsi lainnya di Banglades.

Selama 7 hari perjalanan, keluarga tersebut tidak makan, Mereka melintasi perbukitan dan melewati hutan menuju perbatasan Banglades.

Kini, Mohammad Sohail terlihat sangat kurus, seakan hanya kulit yang membalut tulangnya.

"Kami berjalan berhari-hari melalui hujan deras, dingin, dan panas. Kedua anak saya menderita demam, diare, dan sejak itu kehilangan nafsu makan," kata Begum.

Baca juga : Perahu Terbalik, 4 Pengungsi Rohingya Tewas Tenggelam

Para pengungsi etnis Rohingya juga terpaksa menjual makanan ke penduduk lokal Banglades untuk mengumpulkan uang yang digunankan membeli barang rumah tangga dan keperluan lainnya, seperti kayu bakar dan pakaian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X