Kompas.com - 10/11/2017, 10:36 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


RIYADH, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron menemui Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Kamis (9/11/2017) malam waktu setempat, menyusul adanya ketegangan antara Iran dan Saudi terkait krisis di Yaman dan Lebanon.

Dilansir dari AFP, Jumat (10/11/2017), kunjungan tersebut merupakan tatap muka pertama di antara keduanya. Macron mengatakan, kedatangannya sebagai upaya mendamaikan Saudi dan Iran yang sedang bersitegang.

"Saya telah mendengar beberapa posisi yang sulit (yang diambil Saudi terhadap Iran)," katanya di Dubai, sebelum terbang ke Saudi.

Sebelumnya, Saudi telah menggagalkan serangan rudal yang menyerang Bandara Riyadh, pada Sabtu (4/11/2017). Serangan itu diklaim berasal dari pemberontak Huthi yang didukung Iran.

Baca juga : Bantu Pemberontak Houthi, Saudi Sebut Iran Berusaha Menyatakan Perang

Saudi bahkan menyebut Iran telah melakukan agresi langsung. Namun, Iran menolak keras tuduhan Saudi.

"Presiden Perancis mengecam serangan rudal Huthi ke Riyadh, dan mendukung upaya solidaritas dengan Kerajaan Saudi," tulis Biro Pers Saudi.

Kedua pemimpin itu juga membahas perkembangan terakhir di Timur Tengah, sekaligus koordinasi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, termasuk perang melawan terhadap terorisme.

Namun, tahun lalu, Macron berulang kali mengatakan ingin mempertahankan kesepakatan nuklir, kendati mendapat pertentangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga : Saudi Serang Kampung di Yaman pada Tengah Malam, 30 Orang Tewas

Selain itu, Macron dan Pangeran Mohammed juga membahas perkembangan Lebanon, terkait pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, akibat adanya ancaman pembunuhan.

Lebanon, merupakan bekas jajahan Perancis, telah menjadi garis depan utama perebutan kekuasan antara Arab Saudi dan Iran. Saudi juga meminta warganya untuk meninggalkan Lebanon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.