Kompas.com - 10/11/2017, 10:30 WIB
Kelompok pro Britain Exit (Brexit) yang memilih leave melemparkan ciuman ke udara, Jumat (24/6/2016), sebagai tanda suka cita setelah hasil referendum Uni Eropa yang digelar hari sebelumnya menunjukkan bahwa Inggris keluar dari blok tersebut (Brexit). AP/M DunhamKelompok pro Britain Exit (Brexit) yang memilih leave melemparkan ciuman ke udara, Jumat (24/6/2016), sebagai tanda suka cita setelah hasil referendum Uni Eropa yang digelar hari sebelumnya menunjukkan bahwa Inggris keluar dari blok tersebut (Brexit).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris akhirnya mengumumkan kapan mereka bakal resmi berpisah dari Uni Eropa (UE), atau yang dikenal dengan Brexit.

Menteri Urusan Brexit, David Davis mengatakan, dia sudah mendengarkan semua opini baik dari Majelis Rendah (House of Commons) maupun publik Inggris.

"Kami memutuskan bahwa Inggris akan resmi keluar dari UE pada 29 Maret 2019 pukul 23.00," kata Davis dilansir dari BBC.

Pengumuman dari kementerian urusan Brexit memperkuat pernyataan Perdana Menteri Theresa May.

May menyatakan, keputusan untuk menempatkan tanggal keluarnya Inggris dari UE menjadi penegasan Downing Street bahwa mereka tidak pernah bimbang.

Baca juga : Brexit Masuki Tahap Negosiasi Perdagangan

"Jangan pernah meragukan komitmen kami. Brexit akan terjadi," tegas May.

Sebelumnya, Lord John Kerr, mantan diplomat Inggris yang menulis Artikel 50 Traktat Lisbon tentang prosedur keluarnya negara dari UE, mengatakan bahwa rakyat Inggris masih bisa berubah pikiran untuk bertahan di UE.

"Rakyat masih bisa berpikir ulang. Tidak ada hal dari Artikel 50 yang bisa menahannya," kata Kerr.

May melanjutkan, dia mendesak parlemen agar segera meloloskan Undang-undang Penarikan Inggris dari UE, atau Great Repeal Bill.

UU itu akan meratifikasi hukum UE menjadi hukum Inggris, dan menghindari celah legislatif ketika Inggris resmi bercerai dari UE.

Saat ini, Great Repeal Bill sudah melewati tahap analisis kedua. Parlemen Inggris menyatakan akan menganalisis 300 amandemen dan 54 klausul baru.

"Saya tidak akan menoleransi usaha-usaha untuk menghambat tahap perencanaan Brexit," kata May.

Baca juga : Brexit Bakal Hantam Biaya Harian Masyarakat Inggris



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X