Kompas.com - 09/11/2017, 16:29 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BEIJING, KOMPAS.com - Di China, media sosial (medsos) negara Barat seperti Twitter, Facebook, maupun Instagram diblokir.

Sebab, di sana, sudah ada media sosial buatan China seperti Sina Weibo dan WeChat yang dianggap tidak menyebarkan informasi yang bisa menganggu keamanan nasional.

Namun, hal itu tak menghambat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk menggunakan medsos favoritnya, Twitter.

Reuters.com memberitakan, sejak sampai di China Rabu (8/11/2017), tercatat ada lima kicauan yang dibuat presiden ke-45 AS tersebut.

Baca juga : Trump Desak China dan Rusia Hentikan Kerja Sama Ekonomi dengan Korut

Yang pertama adalah ucapan terima kasih kepada Presiden China, Xi Jinping atas keramahan kepada dirinya dan istri, Melania Trump.

Sementara tweet terakhir ketika Trump dan Xi berjalan dalam sebuah upacara selamat datang.

Tidak sekadar berkicau, Trump mengganti latar belakangnya ketika dia dan Melania berpose di samping Xi dan istrinya, Peng Liyuan.

Kicauan Trump tak pelak menjadi viral di Negeri Panda. Menempati peringkat ketiga setelah ulang tahun sebuah boyband, dan rilis majalah pop Asia.

Rata-rata warganet penasaran bagaimana presiden 71 tahun tersebut bisa memposting aktivitasnya di Twitter.

Baca juga : Bertemu Xi Jinping, Trump Klaim Temukan Solusi Jitu Atasi Korut

"Saya rasa dia melakukannya lewat wifi atau jaringan satelit," kata salah seorang pengguna Weibo.

BBC mewartakan, kebanyakan warga China mencoba menembus sistem dinding api (Firewall) China dengan jaringan virtual pribadi (VPN).

Namun, saat ini, pemerintah sudah memiliki cara untuk menghalangi warganet yang menggunakan VPN.

Jawaban dari rasa penasaran rakyat China diberikan Wakil Menteri Luar Negeri, Zheng Zeguang Kamis (9/11/2017).

"Kami membuka akses Twitter kepada kepala negara asing. Jadi, Presiden Trump bisa memposting sesuka hatinya," kata Zeguang.

Baca juga : AS dan China Sepakati Perdagangan Senilai Rp 3.379 Triliun

Alat Politik
Sudah sejak lama, Twitter menjadi medsos yang digunakan Trump baik sebelum atau saat menjadi presiden.

Tidak hanya mengumumkan kebijakan, Trump juga menggunakan Twitter untuk mengkritik lawan politik maupun pemimpin negara lain.

Sebelum kicauan Trump tentang rasa terima kasih kepada jamuan yang diberikan Beijing, dia pernah mengritik China karena dinilai lambat dalam menangani masalah Korea Utara (Korut).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.