Bayang-bayang Raja Da Nang Menyambut 21 Pemimpin Dunia

Kompas.com - 09/11/2017, 11:47 WIB
Gedung pencakar langit di Da Nang, Vietnam, Pusat Administrasi Danang
mempunyai 37 lantai.  
Dok Karim RaslanGedung pencakar langit di Da Nang, Vietnam, Pusat Administrasi Danang mempunyai 37 lantai.
EditorAmir Sodikin

PADA 11 November 2017, para pemimpin dari 21 negara termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden China Xi Jinping, akan turun langsung ke kota Da Nang, Vietnam Tengah.

Mereka akan menghadiri pertemuan para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik/Asia-Pacific Economic Cooperation ( APEC).

Sebanyak 21 pemimpin tersebut akan mendarat di Bandara Internasional Da Nang, menyeberangi Jembatan Sungai Han yang terkenal sebagai simbol kota pesisir, lalu melewati bangunan tertinggi di provinsi ini yakni Pusat Administrasi Da Nang yang memiliki 37 lantai, hingga tiba di Intercontinental Resort di mana pertemuan akan diadakan.

Kemajuan Da Nang yang menakjubkan itu merupakan hasil kerja keras seorang pria yang sangat luar biasa, yakni mendiang Nguyen Ba Thanh. Nguyen pernah memimpin kota Da Nang dari 1997 hingga 2013. Dia juga merupakan ketua Partai Komunis di kota tersebut.

Banyak angka-angka yang membuktikan keberhasilan Nguyen. Dari 1997 sampai 2008, pertumbuhan ekonomi Da Nang rata-rata 11,26 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional 7,06 persen.

Pada 1997, pendapatan per kapitanya mencapai VND 4,69 juta atau Rp 2,97 juta dan pada 2008, meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi VND 23,62 juta atau Rp 14,04 juta.

Pada periode yang sama, jumlah rumah tangga yang berada di bawah garis kemiskinan juga turun dari 8,79 persen menjadi kurang dari 1 persen, sehingga Da Nang saat ini telah diangkat sebagai kota model serta menjadi simbol keberhasilan besar atas kecerdasan dan dinamisme orang Vietnam.

Dengan karakter yang menarik, bertekad kuat dan fokus mengejar keberhasilan, Nguyen memimpin sebagian besar perubahan ekonomi ini.

Saya menemui Hoang (bukan nama sebenarnya), seorang pedagang berusia 68 tahun yang tinggal di distrik Khue. Distrik yang memiliki sentuhan khusus dengan pemimpinnya.

Nguyen Ba Thanh, Pemimpin kota Da Nang, Vietnam, dari tahun 1997-2013.TuoiTre News Nguyen Ba Thanh, Pemimpin kota Da Nang, Vietnam, dari tahun 1997-2013.
Pada 2001, lahan pertanian Hoang menjadi lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan kota dan para keluarga pemilik lahan harus dipindahkan. Nguyen secara pribadi mendatangi rumah-rumah mereka dan membujuknya agar bersedia pindah.

"Dia menjelaskan mengapa kami harus pindah, mengapa tanah kami yang berada di sebelah sungai penting untuk pembangunan kota. Dia ramah, baik hati, dan dia juga memastikan telah berbicara dengan seluruh warga yang berjumlah 100 orang, walaupun hanya sebentar,” tutur Hoang.

"Dia pandai berbicara, perhatian, dan lucu! Setelah berbicara dengannya, saya dengan senang hati pindah," ujarnya lebih lanjut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X