Kompas.com - 08/11/2017, 09:47 WIB
Dokumen foto ini diambil pada 10 September 2017. Presiden Catalonia Carles Puigdemont (dua dari kanan) dan Josep Lluis Trapero (kanan), Kepala Kepolisian Catalonia, menggelar inspeksi terhadap pasukan Mossos DEsquadra sebelum menghadiri seremoni penghargaan terhadap kepolisian Catalonia yang biasa disebut Mossos dEsquadra. AFP PHOTO/LLUIS GENEDokumen foto ini diambil pada 10 September 2017. Presiden Catalonia Carles Puigdemont (dua dari kanan) dan Josep Lluis Trapero (kanan), Kepala Kepolisian Catalonia, menggelar inspeksi terhadap pasukan Mossos DEsquadra sebelum menghadiri seremoni penghargaan terhadap kepolisian Catalonia yang biasa disebut Mossos dEsquadra.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BRUSSELS, KOMPAS.com - Pemimpin tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, menuduh Uni Eropa (UE) membantu Spanyol untuk menghambat kemerdekaan Catalonia.

Sejak Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan 27 Oktober lalu, Spanyol langsung membekukan status otonomi khusus menggunakan Artikel 155 Konstitusi 1978.

Puigdemont dan empat menterinya bersembuyi di Belgia Senin (30/10/2017) pasca-Spanyol menjeratnya dengan tuduhan melakukan makar.

Selama masa pelariannya, Puigdemont berkali-kali menyatakan bahwa Spanyol tengah melakukan penindasan kepada Catalonia.

Selain itu, dia juga meminta UE bertindak dan mengecam tindakan represif yang dilakukan Perdana Menteri Mariano Rajoy.

Baca juga : Puigdemont Yakin Ada Upaya Penindasan dan Kekerasan dari Spanyol

Namun, Presiden UE Donald Tusk melalui Twitter menyatakan bahwa Spanyol tetap menjadi mitra dialog UE.

Sementara Jerman menegaskan tidak akan mengakui kemerdekaan wilayah yang memiliki 7,5 juta penduduk tersebut.

Sikap pasif UE, seperti diberitakan AFP, membuat presiden 54 tahun itu menuduh mereka membantu Madrid mempersulit kemerdekaan negaranya.

"Apakah Anda (UE) menerima referendum Catalonia, ataukah berusaha membantu Tuan Rajoy dalam kudetanya?" kecam Puigdemont.

Pernyataan itu disampaikan di depan 200 pendukung kemerdekaan Catalonia yang datang ke Brussels untuk mendukung Puigdemont.

Selain itu, Puigdemont juga menyerukan agar seluruh partai yang menginginkan kemerdekaan bersatu saat pemilu 21 Desember.

"Tidak ada pilihan lain selain bersatu bagi kemerdekaan Catalonia," tegas Puigdemont.

Pekan depan, Puigdemont dijadwalkan untuk menghadiri sidang pembelaan dirinya setelah Madrid menerbitkan surat Perintah Penangkapan Eropa (EAW).

Baca juga : Carles Puigdemont Serukan Persatuan Partai Separatis Catalonia



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X