Para Pangeran Saudi yang Ditangkap Dibiarkan Tidur di Lantai Hotel

Kompas.com - 07/11/2017, 18:10 WIB
Dalam foto di sebelah kiri terlihat kasur-kasur tipis digelar untuk digunakan para pangeran yang ditangkap. Foto sebelah kanan adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu pangeran yang ditangkap. TelegraphDalam foto di sebelah kiri terlihat kasur-kasur tipis digelar untuk digunakan para pangeran yang ditangkap. Foto sebelah kanan adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu pangeran yang ditangkap.
|
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Sejumlah foto muncul di media sosial memperlihatkan para pangeran dan menteri Arab Saudi yang ditangkap karena dituduh korupsi tidur di lantai hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Dalam foto itu terlihat mereka tidur di atas matras yang digelar di salah satu ruang serbaguna di hotel berbintang lima itu.

Di antara para pangeran yang tidur "lesehan" itu adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, keponakan Raja Salman dan salah satu orang terkaya di dunia.

"Tak ada penjara untuk keluarga kerajaan," kata seorang sumber pemerintahan Arab Saudi.


Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Bekukan Rekening Tersangka Kasus Korupsi

Alwaleed diketahui pernah menjalin hubungan bisnis dengan Presiden AS Donald Trump pada masa lalu.

Namun, pada masa kampanye tahun lalu, Alwaleed berbalik menjadi salah seorang pengkritik Trump.

Sementara itu, Presiden Trump mendukung gerakan anti-korupsi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

"Saya percaya bahwa Raja Salman dan putra mahkota tahu apa yang mereka lakukan," kata Trump lewat akun Twitter-nya.

"Beberapa dari mereka sudah memeras negara selama bertahun-tahun," tambah Trump yang saat ini berada di Korea Selatan sebagai bagian dari tur Asia-nya.

Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi menyiratkan bahwa penangkapan para pangeran dan para menteri masih akan berlanjut.

Penangkapan besar-besaran ini menandai sebuah restrukturisasi Kerajaan Arab Saudi dan Pangeran Mohammed bin Salman berencana membawa negerinya keluar dari ketergantungan terhadap minyak bumi.

Gelombang penangkapan ini juga  menjadi upaya konsolidasi kekuasaan sebelum Pangeran Mohammed bin Salman naik takhta menjadi raja Arab Saudi.

Baca juga : 11 Pangeran Arab Saudi Ditangkap, demi Reformasi Ekonomi?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X