Di Golan, Tentara Israel Bantu Warga Suriah yang Terluka akibat Perang

Kompas.com - 06/11/2017, 16:15 WIB
Dalam foto yang dibuat pada 26 Oktober 2017 ini, terlihat warga Suriah yang terluka menggunakan keledai menuju ke titik pertemuan dengan tentara Israel di Gunung Hermon, dataran tinggi Golan. Dari sana mereka dibawa ke rumah-rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. MENAHEM KAHANA / AFP Dalam foto yang dibuat pada 26 Oktober 2017 ini, terlihat warga Suriah yang terluka menggunakan keledai menuju ke titik pertemuan dengan tentara Israel di Gunung Hermon, dataran tinggi Golan. Dari sana mereka dibawa ke rumah-rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
|
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sejumlah warga Suriah yang terluka menunggang keledai di tengah malam buta di kawasan dekat wilayah pendudukan Israel di dataran tinggi Golan.

Tak dinyana, begitu orang-orang terluka itu tiba di perbatasan, mereka langsung mendapatkan perawatan medis dari tentara Israel.

Ini merupakan pemandangan langka apalagi secara resmi Israel dan Suriah masih dalam kondisi perang.

Dan bukan sekali ini saja warga Suriah yang terluka akibat perang datang ke wilayah Israel untuk meminta bantuan.

Baca juga : Israel Danai Pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan

Setiap pekan selalu ada warga terluka yang kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit Israel untuk mendapatkan perawatan.

Setelah sembuh, biasanya warga Suriah itu diantar tentara Israel ke zona demarkasi yang memisahkan wilayah Golan yang dikuasai Suriah dan Israel.

Ini adalah contoh sebuah kontradiksi di tengah perang saudara Suriah yang sudah berlangsung selama enam tahun.

Israel memang tak menerima pengungsi Suriah, tetapi sejak 2013 sudah merawat lebih dari 3.100 warga Suriah yang terluka di rumah-rumah sakit negeri Yahudi itu.

AD Israel mengatakan, mereka menolong siapa saja yang terluka dan membutuhkan bantuan, mulai dari warga sipil hingga tentara pemberontak yang melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Beberapa malam lalu, iring-iringan lima pasien berjalan perlahan di Gunung Hermon atau dalam bahasa Arab disebut Jabal Al-Sheikh, titik tertinggi di Golan.

Baca juga : Israel Serang Kamp Milisi Suriah di Dataran Tinggi Golan, 3 Tewas

Mereka berjalan perlahan sambil menghindari tembakan dari dua kubu yang berperang di Suriah. Mereka tiba di perbatasan dengan berbagai luka akibat terkena serpihan peluru dan logam.

"Mereka sudah tahu tempat yang bisa mereka capai dan di mana kami menunggu mereka," kata Tomer Kolar, perwira medis AD Israel di wilayah itu.

"Tak ada ambulans di sisi Suriah. Terkadang mereka datang menggunakan truk atau mobil, tetapi di Hermon mereka menunggang kuda," tambah Tomer.

"Saat mereka tiba di tengah musim dingin, di tengah guyuran salju, kondisi mereka amat menyedihkan," lanjut dia.

Hampir dua pertiga warga Suriah yang terluka kemudian dibawa ke Pusat Medis Galilea di Nahariya, pesisir Israel tak jauh dari perbatasan Lebanon.

Di salah satu sayap rumah sakit itu, tepatnya di ruang bawah tanah, digunakan untuk merawat para pasien pria.

Sementara untuk pasien perempuan dan anak-anak disediakan di sisi lain rumah sakit itu.

Di dalam unit pria, selain mendapat perawatan medis, para pasien ini bisa beristirahat sambil menonton televisi.

Baca juga : Uni Eropa Tak Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Salah satu dari mereka sebut saja Hani (28), yang sebagian wajahnya terluka akibat tembakan pasukan Assad yang menyerbu desanya.

Dirawat lebih dari satu tahun di Nahariya, Hani terpaksa kehilangan sebelah matanya dan harus menjalani serangkaian operasi.

Pasein lain Sameh (31), yang tiba di rumah sakit itu tiga pekan lalu. Dia harus menjalani operasi amputasi lengan setelah terluka saat bertempur melawan pasukan Assad.

"Saat saya sembuh, saya akan kembali melawan Assad," ujar Sameh tanpa ragu.

"Pemerintah Suriah selalu mengatakan bahwa Israel adalah musuh dan lebih baik berhubungan dengan setan ketimbang dengan Israel," kata dia.

"Tetapi saya sungguh berterima kasih kepada Israel dan tentara Israel atas bantuan mereka kepada saya," ujar Sameh.

Posisi Israel menghadapi perang saudara Suriah memang agak rumit.

Di satu sisi Israel berusaha keras tak terseret dalam pusaran konflik. Namun, negeri itu puluhan kali melakukan serangan udara ke wilayah Suriah.

Alasannya untuk menghentikan pengiriman senjata kepada Hezbollah, kelompok bersenjata dukungan Iran musuh bebuyutan Israel.

Israel juga memantau ketat pergerakan pasukan-pasukan yang bertikai di wilayah Golan yang dikuasai Suriah.

Wilayah itu berada di timur laut Israel dan merupakan salah satu basis terakhir pemberontak anti-Assad dan sekutu mereka.

Tomer Kolar, si perwira medis mengatakan, dia yakin sebagian besar korban luka yang dirawat adalah warga sipil tetapi tak menutup kemungkinan ada anggota pemberontak di antara mereka.

Baca juga : Netanyahu: Dataran Tinggi Golan Milik Israel Selamanya

Pakar kontra-terorisme Ely Karmon dari Pusat Antardisiplin Herzliya, Tel Aviv, mengatakan, menyediakan perawatan medis bagi warga Suriah yang terluka memberi Israel keuntungan strategis.

"Israel memiliki kepentingan untuk memastikan kedamaian di perbatasan Golan dengan membantu warga sipil dan pemberontak Suriah yang terluka," kata Karmon.

"Selain itu Israel juga menginginkan tak ada kekosongan kekuasaan di wilayah yang dikuasai pemberontak yang menjadi zona penyangga yang memisahkan antara Israel dengan Hezbollah yang berada di Suriah," tambah Karmon.



Sumber Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X