Di Golan, Tentara Israel Bantu Warga Suriah yang Terluka akibat Perang

Kompas.com - 06/11/2017, 16:15 WIB
Dalam foto yang dibuat pada 26 Oktober 2017 ini, terlihat warga Suriah yang terluka menggunakan keledai menuju ke titik pertemuan dengan tentara Israel di Gunung Hermon, dataran tinggi Golan. Dari sana mereka dibawa ke rumah-rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. MENAHEM KAHANA / AFP Dalam foto yang dibuat pada 26 Oktober 2017 ini, terlihat warga Suriah yang terluka menggunakan keledai menuju ke titik pertemuan dengan tentara Israel di Gunung Hermon, dataran tinggi Golan. Dari sana mereka dibawa ke rumah-rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
|
EditorErvan Hardoko

Hampir dua pertiga warga Suriah yang terluka kemudian dibawa ke Pusat Medis Galilea di Nahariya, pesisir Israel tak jauh dari perbatasan Lebanon.

Di salah satu sayap rumah sakit itu, tepatnya di ruang bawah tanah, digunakan untuk merawat para pasien pria.

Sementara untuk pasien perempuan dan anak-anak disediakan di sisi lain rumah sakit itu.

Di dalam unit pria, selain mendapat perawatan medis, para pasien ini bisa beristirahat sambil menonton televisi.

Baca juga : Uni Eropa Tak Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Salah satu dari mereka sebut saja Hani (28), yang sebagian wajahnya terluka akibat tembakan pasukan Assad yang menyerbu desanya.

Dirawat lebih dari satu tahun di Nahariya, Hani terpaksa kehilangan sebelah matanya dan harus menjalani serangkaian operasi.

Pasein lain Sameh (31), yang tiba di rumah sakit itu tiga pekan lalu. Dia harus menjalani operasi amputasi lengan setelah terluka saat bertempur melawan pasukan Assad.

"Saat saya sembuh, saya akan kembali melawan Assad," ujar Sameh tanpa ragu.

"Pemerintah Suriah selalu mengatakan bahwa Israel adalah musuh dan lebih baik berhubungan dengan setan ketimbang dengan Israel," kata dia.

"Tetapi saya sungguh berterima kasih kepada Israel dan tentara Israel atas bantuan mereka kepada saya," ujar Sameh.

Posisi Israel menghadapi perang saudara Suriah memang agak rumit.

Di satu sisi Israel berusaha keras tak terseret dalam pusaran konflik. Namun, negeri itu puluhan kali melakukan serangan udara ke wilayah Suriah.

Alasannya untuk menghentikan pengiriman senjata kepada Hezbollah, kelompok bersenjata dukungan Iran musuh bebuyutan Israel.

Israel juga memantau ketat pergerakan pasukan-pasukan yang bertikai di wilayah Golan yang dikuasai Suriah.

Wilayah itu berada di timur laut Israel dan merupakan salah satu basis terakhir pemberontak anti-Assad dan sekutu mereka.

Tomer Kolar, si perwira medis mengatakan, dia yakin sebagian besar korban luka yang dirawat adalah warga sipil tetapi tak menutup kemungkinan ada anggota pemberontak di antara mereka.

Baca juga : Netanyahu: Dataran Tinggi Golan Milik Israel Selamanya

Pakar kontra-terorisme Ely Karmon dari Pusat Antardisiplin Herzliya, Tel Aviv, mengatakan, menyediakan perawatan medis bagi warga Suriah yang terluka memberi Israel keuntungan strategis.

"Israel memiliki kepentingan untuk memastikan kedamaian di perbatasan Golan dengan membantu warga sipil dan pemberontak Suriah yang terluka," kata Karmon.

"Selain itu Israel juga menginginkan tak ada kekosongan kekuasaan di wilayah yang dikuasai pemberontak yang menjadi zona penyangga yang memisahkan antara Israel dengan Hezbollah yang berada di Suriah," tambah Karmon.

Halaman:


Sumber Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X