Kompas.com - 06/11/2017, 16:15 WIB
|
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sejumlah warga Suriah yang terluka menunggang keledai di tengah malam buta di kawasan dekat wilayah pendudukan Israel di dataran tinggi Golan.

Tak dinyana, begitu orang-orang terluka itu tiba di perbatasan, mereka langsung mendapatkan perawatan medis dari tentara Israel.

Ini merupakan pemandangan langka apalagi secara resmi Israel dan Suriah masih dalam kondisi perang.

Dan bukan sekali ini saja warga Suriah yang terluka akibat perang datang ke wilayah Israel untuk meminta bantuan.

Baca juga : Israel Danai Pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan

Setiap pekan selalu ada warga terluka yang kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit Israel untuk mendapatkan perawatan.

Setelah sembuh, biasanya warga Suriah itu diantar tentara Israel ke zona demarkasi yang memisahkan wilayah Golan yang dikuasai Suriah dan Israel.

Ini adalah contoh sebuah kontradiksi di tengah perang saudara Suriah yang sudah berlangsung selama enam tahun.

Israel memang tak menerima pengungsi Suriah, tetapi sejak 2013 sudah merawat lebih dari 3.100 warga Suriah yang terluka di rumah-rumah sakit negeri Yahudi itu.

AD Israel mengatakan, mereka menolong siapa saja yang terluka dan membutuhkan bantuan, mulai dari warga sipil hingga tentara pemberontak yang melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Beberapa malam lalu, iring-iringan lima pasien berjalan perlahan di Gunung Hermon atau dalam bahasa Arab disebut Jabal Al-Sheikh, titik tertinggi di Golan.

Baca juga : Israel Serang Kamp Milisi Suriah di Dataran Tinggi Golan, 3 Tewas

Mereka berjalan perlahan sambil menghindari tembakan dari dua kubu yang berperang di Suriah. Mereka tiba di perbatasan dengan berbagai luka akibat terkena serpihan peluru dan logam.

"Mereka sudah tahu tempat yang bisa mereka capai dan di mana kami menunggu mereka," kata Tomer Kolar, perwira medis AD Israel di wilayah itu.

"Tak ada ambulans di sisi Suriah. Terkadang mereka datang menggunakan truk atau mobil, tetapi di Hermon mereka menunggang kuda," tambah Tomer.

"Saat mereka tiba di tengah musim dingin, di tengah guyuran salju, kondisi mereka amat menyedihkan," lanjut dia.

Halaman:
Sumber Arab News


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.