Kompas.com - 06/11/2017, 13:43 WIB
Foto handout ini dirilis oleh US Forces Korea (USFK) menunjukkan sistem pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin. AFP PHOTO AND USFK / HANDOUTFoto handout ini dirilis oleh US Forces Korea (USFK) menunjukkan sistem pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin.
|
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah hasil analisa Pentagon menyebut satu-satunya jalan untuk menghancurkan program senjata nuklir Korea utara adalah dengan melakukan invasi.

Laksamana Muda Michael Dumont menyampaikan hal ini mewakili kepala staf gabungan militer AS dalam sebuah surat kepada anggota Kongres Ted Lieu.

Dalam surat itu Dumont mengatakan, amat sulit untuk menghitung kemungkinan jumlah korban jika invasi dilakukan.

Dia juga memberikan sejumah rincian terkait apa yang akan terjadi dalam jam-jam pertama invasi.

Baca juga : Pentagon Yakin Bisa Lindungi AS dari Rudal Korut

"Satu-satunya jalan untuk mencari dan menghancurkan semua komponen program senjata nuklir Korea Utara adalah lewat invasi darat," demikian tulis Laksma Dumont.

Namun, terdapat sejumlah risiko jika invasi dilakukan termasuk serangan balasan Korea Utara dengan menggunakan senjata nuklir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Serangan nuklir bisa terjadi saat pasukan AS tengah berusaha melumpuhkan fasilitas yang berada jauh di bawah tanah," tambah Dumont.

Menanggapi surat dari Pentagon ini, anggota Kongres Ted Lieu, asal Partai Demokrat, mengatakan, usulan ini amat "mengganggu".

Dia memperingatian, sebuah konflik dengan Korea Utara bisa menghasilkan ratusan ribu bahkan jutaan orang tewas hanya dalam beberapa hari pertama perang.

"Perhitungan mereka mengabaikan apa yang kita ketahui selama ini yaitu tak ada opsi militer untuk Korea Utara," ujar Lieu.

Surat Pentagon itu dipublikasikan di saat Presiden AS Donald Trump memulai perjalanan dinasnya ke Asia, di mana masalah Korea Utara akan menjadi topik utama pembahasan.

Baca juga : Hacker Korea Utara Curi Rencana Perang AS dan Korea Selatan

Sebelumnya, Trump pernah berkata jika AS dipaksa membela diri atau sekutunya maka tak ada pilihan lain selain menghancurkan total Korea Utara.

"Presiden harus berhenti memberikan pernyataan porvokatif yang merusak opsi diplomatik dan meningkatkan risiko bagi personel militer AS," tambah Lieu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.