Kompas.com - 06/11/2017, 10:09 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

SEOUL, KOMPAS.com -Korea Selatan (Korsel) mengumumkan sanksi kepada tetangganya, Korea Utara (Korut) atas tindakan Pyongyang yang terus mengembangkan senjata nuklir.

Kantor berita Yonhap, dilansir oleh AFP, memberitakan Korsel merilis 18 nama bankir yang masuk dalam daftar hitam Senin (6/11/2017).

Ke-18 nama bankir yang bekerja di China, Rusia, dan Libya itu diduga terlibat dalam aliran uang yang digunakan Korut membiayai pengembangan nuklir.

"Bankir yang mewakili bank Korut itu diduga menyediakan dana untuk mengembangkan senjata pemusnah massal." kata Kementerian Luar Negeri Korsel.

Daftar hitam bagi 18 bankir Korut menambah sederet sanksi yang dikeluarkan Seoul kepada pemerintahan Kim Jong Un.

Baca juga : Korut: Berhenti Bermimpi di Siang Bolong AS!

Tahun lalu, Korsel menutup Kompleks Industri Kaesong yang merupakan kawasan industri yang dikelola bersama Korsel dan Korut.

Saat itu, Korsel menuduh penghasilan dari kompleks Kaesong masuk ke rekening Korut untuk menciptakan rudal balistik.

AFP memberitakan, ke-18 nama tersebut juga disanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Keputusan itu terjadi sehari sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump (7/11/2017).

Banyak kalangan menuduh Presiden Moon Jae In berusaha meredakan tensi politik di Semenanjung Korea agar Trump tidak mengintervensi terlalu jauh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.