Posisi Putra Mahkota Arab Saudi Kian Kuat Setelah Gelombang Penangkapan

Kompas.com - 05/11/2017, 11:55 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman bersama Direktur IMF Christine Lagarde. FAYEZ NURELDINE / AFPPangeran Mohammed bin Salman bersama Direktur IMF Christine Lagarde.
|
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Satu hal yang pasti dari gelombang penangkapan para pangeran dan perombakan kabinet Arab Saudi adalah semakin kokohnya posisi putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Salah satu tokoh berpengaruh yang diberhentikan dari jabatannya adalah Pangeran Miteb bin Abdullah yang sebelumnya menjabat menteri garda nasional.

Pangeran Miter digantikan Khaled bin Ayyaf, sedangkan menteri perekonomian Adel Fakieh dicopot dan digantikan wakilnya, Mohammed al-Tuwaijiri.

Pangeran Miteb, putra kesayangan almarhum Raja Abdullah, sempat digadang-gadang menjadi calon kuat ahli waris takhta Saudi sebelum kemunculan Pangeran Mohammed bin Salman yang mengejutkan dua tahun lalu.

Baca juga: Penangkapan di Saudi, Pemberantasan Korupsi atau Pembersihan Politik?

Posisi Pangeran Miteb ini amat diperhitungkan karena dia mewarisi kendali garda nasional, sebuah pasukan elite dalam negeri yang dibangun dari unit-unit kesukuan, yang dibangun sang ayah berpuluh tahun lalu.

Pangeran Miteb juga merupakan anggota terakhir keluarga Raja Abdullah yang masih memegang posisi penting dalam struktur Pemerintahan Saudi.

Langkah "menepikan" Pangeran Miteb ini amat penting karena kini Pangeran Mohammed bin Salman mengendalikan seluruh institusi keamanan negeri itu yang sejak lama dipimpin secara terpisah oleh sejumlah tokoh penting.

Mohammed bin Salman (32) saat ini sudah menjabat sebagai menteri pertahanan dan pada Juni lalu dinobatkan menjadi putra mahkota menggeser saudara sepupunya yang lebih tua, Pangeran Mohammed bin Nayef.

Selain itu, Mohammed bin Salman juga menempati posisi Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai menteri dalam negeri sekaligus menjadi pengendali pasukan milik kementerian itu.

Dalam bidang politik luar negeri, Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman, menciptakan kebijakan energi dengan implikasi global, dan merencanakan masa depan Saudi agar tak bergantung pada hasil minyak bumi.

Baca juga: Raja Salman Ganti Sejumlah Menteri di Kabinet Arab Saudi

Sementara menteri perekonomian baru Mohammed al-Tuwaijri adalah mantan pilot AU Arab Saudi dan mantan direktur eksekutif HSBC Timur Tengah.

Tuwaijiri akan memimpin kementerian perekonomian untuk menjalankan privatisasi aset-aset Pemerintah Saudi yang bernilai hingga 200 miliar dollar AS.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X