Kompas.com - 04/11/2017, 14:50 WIB
Salah satu ruang kelas sekolah pro Korea Utara di Jepang. Foto ini diambil pada 13  Oktober 2017. (AFP/Behrouz Mehri) Salah satu ruang kelas sekolah pro Korea Utara di Jepang. Foto ini diambil pada 13 Oktober 2017. (AFP/Behrouz Mehri)
|
EditorVeronika Yasinta


TOKYO, KOMPAS.com - Potret foto mantan pimpinan tertinggi Korea Utara menempel di dinding kelas sekolah menengah atas Korea di Tokyo, Jepang.

Padahal, gelombang ketegangan makin tinggi setelah senjata nuklir Korut yang mematikan mengancam wilayah itu.

Dilansir dari AFP, Sabtu (4/11/2017), sekolah tersebut merupakan salah satu dari 60 sekolah "pro Pyongyang" di Jepang, yang melayani komunitas etnis dari Korea selama beberapa dekade.

Mereka memelihara hubungan dengan Korut, meskipun tidak pernah tinggal di wilayah negara pimpinan Kim Jon Un.

Ada sekitar 500.000 etnis Korea di Jepang, kebanyakan keturunan penduduk Korea yang dibawa dari rumah mereka, saat kolonisasi brutal Jepang di semenanjung Korea pada 1910.

Penjajahan Jepang berakhir ketika mengalami kekalahan pada Perang Dunia II pada 1945.

Baca juga : Trump Keluarkan Sanksi Baru untuk Korea Utara, Apa Isinya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembagian semenanjung Korea menjadi utara dan selatan terjadi saat Perang Korea pada 1950-1953, yang diikuti pemecahan kelompok masyarakat.

Beberapa yayasan pendidikan Korea seperti di Jepang memperoleh dukungan pendanaan dari organisasi pro Korut.

Sekolah itu terus mengajarkan bahasa Korea dan sejarah, di bawah pengawasan Asosiasi Masyarakat Korea di Jepang.

Asosiasi tersebut mengaku secara de facto sebagai duta besar Korut di Jepang, sekaligus mengisi kekosongan perwakilan resmi diplomatik.

Baca juga : China akan Tutup Semua Perusahaan Korea Utara

Etnis Korea sudah lama mengalami diskriminasi, seperti peluang kerja dan kesejahteraan sosial.

Kepala sekolah, Shin Gil Ung mengatakan, setiap mendengar pemberitaan tentang Korut, sekolah mendapatkan panggilan telepon anonim yang mengancam akan mengebom sekolah atau membunuh siswa di dekat stasiun.

"Siswi tidak lagi memakai seragam sekolah di kereta," tambahnya.

Bagi orangtua etnis Korea yang ingin mengajarkan anaknya bahasa dan sejarah Korea, sekolah pro Korut menjadi satu-satunya pilihan.

"Karena mereka bukan orang Jepang. Aku ingin anakku belajar bahasa dan semangat etnis. Itu hal paling penting," ujar seorang ibu, Hwang.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.