Hari Ini Dalam Sejarah: Laika, Anjing Pertama Mengorbit di Bumi

Kompas.com - 03/11/2017, 16:57 WIB
Uni Soviet meluncurkan misi luar angkasa dengan mengirimkan Laika, seekor anjing yang menjadi hewan pertama mengorbit Bumi. (AFP) Uni Soviet meluncurkan misi luar angkasa dengan mengirimkan Laika, seekor anjing yang menjadi hewan pertama mengorbit Bumi. (AFP)
|
EditorVeronika Yasinta

MOSCOW, KOMPAS.com - Pada 3 November 1957, mungkin menjadi momen tragis bagi Laika, seekor anjing yang dinobatkan sebagai binatang pertama yang dikirim ke ruang angkasa.

Uni Soviet meluncurkan pesawat luar angkasa bernama, Sputnik II. Dalam misinya itu, seekor anjing betina dipercaya untuk mengorbit ke luar bumi. Namun, Laika mati dalam misi tersebut.

Pada masa itu, ilmuwan meyakini manusia tidak mampu bertahan pada peluncuran roket maupun kondisi di luar angkasa.

Pengiriman hewan menjadi solusi untuk memenuhi ambisi manusia terhadap pengetahuan yang lebih luas.

Laika memiliki nama asli dalam bahasa Rusia, Kudryavka, yang berarti si ikal kecil. Dia berusia tiga tahun saat mengorbit.

Baca juga : Luar Angkasa Sedang Krisis Tempat Parkir, Kok Bisa?

Siapa sangka sebenarnya Laika merupakan anjing yang berkeliaran di jalan-jalan, tanpa seorang pemilik.

Ilmuwan menganggap, Laika telah mampu bertahan dalam kondisi tersulit, seperti cuaca dingin yang ekstrem dan kelaparan.

Sebelum dikirim ke luar angkasa, Laika menjalani pelatihan bersama dua anjing lainnya.

Dunia saat itu disibukkan dengan perang dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang terus melakukan perlombaan menuju angkasa.

Masalah kesehatan dan keselamatan Laika hampir tidak pernah disebutkan. Pesawat Sputnik II tidak dirancang untuk dapat kembali ke  Bumi, sehingga bagaimanapun Laika akan tetap berada di luar angkasa.

Baca juga : Bagaimana Astronot Menjaga Kebugaran di Luar Angkasa?

Misi ini menuai kontroversi karena disebut sebagai penganiayaan terhadap hewan.

Pada 11 April 2008, pemerintah Rusia membangun sebuah monumen kecil untuk menghomati Laika, di dekat tempat penelitian militer di Moskow.

Halaman:


Sumber wikipedia,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X