Madrid Terbitkan Perintah Penahanan Internasional, Puigdemont Tetap Bertahan di Belgia

Kompas.com - 03/11/2017, 09:05 WIB
Dokumen foto ini diambil pada 10 September 2017. Presiden Catalonia Carles Puigdemont (dua dari kanan) dan Josep Lluis Trapero (kanan), Kepala Kepolisian Catalonia, menggelar inspeksi terhadap pasukan Mossos DEsquadra sebelum menghadiri seremoni penghargaan terhadap kepolisian Catalonia yang biasa disebut Mossos dEsquadra. AFP PHOTO/LLUIS GENEDokumen foto ini diambil pada 10 September 2017. Presiden Catalonia Carles Puigdemont (dua dari kanan) dan Josep Lluis Trapero (kanan), Kepala Kepolisian Catalonia, menggelar inspeksi terhadap pasukan Mossos DEsquadra sebelum menghadiri seremoni penghargaan terhadap kepolisian Catalonia yang biasa disebut Mossos dEsquadra.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MADRID, KOMPAS.com - Pengadilan Spanyol akhirnya menerbitkan surat perintah penahanan internasional kepada presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, dan empat menterinya.

Hal itu diungkapkan pengacara Puigdemont di Belgia, Paul Bekaert.

Bekaert menyatakan, dengan terbitnya surat itu, maka Madrid bakal melayangkan permintaan kepada jaksa federal Belgia untuk mengekstradisi Puigdemont dan empat menteri di kabinetnya.

Bekaert memastikan Puigdemont akan tetap bertahan di Brussels jika Madrid mendesaknya untuk kembali.

Kepada kanal televisi VRT, seperti dikutip AFP, Bekaert mengatakan dia bakal mengajukan banding jika Belgia telah menerima permintaan resmi dari Spanyol.

Baca juga : Delapan Pejabat Catalonia Ditahan

"Tuan Puigdemont sangat kooperatif dengan otoritas hukum Belgia," ucap pengacara spesialis hak asasi manusia itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Spanyol begitu ingin menangkap Puigdemont dan kabinetnya yang tersisa setelah mereka menahan delapan pejabat Catalonia Kamis (2/11/2017).

Kedelapan pejabat itu, termasuk Wakil Presiden Oriol Junqueras, ditahan untuk memastikan mereka tidak akan melarikan diri seperti Puigdemont.

Mereka disidang atas tuduhan dorongan pemisahan diri Catalonia dari Spanyol ketika melaksanakan referendum 1 Oktober lalu.

Baca juga : Carles Puigdemont: Saya Tak Bisa Pulang ke Spanyol



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X