Terowongan Punggye-ri Runtuh, Jepang Terancam Dampak Radiasi

Kompas.com - 02/11/2017, 15:18 WIB
Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat. EPA/BBCKorut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TOKYO, KOMPAS.com - Runtuhnya terowongan di situs uji coba nuklir Punggye-ri yang menewaskan 200 orang Selasa (31/10/2017) tidak hanya menjadi duka bagi Korea Utara ( Korut).

Namun juga mengancam Jepang. Sebab, runtuhnya terowongan berpotensi pada kebocoran radioaktif.

Peneliti AccuWeather, perusahaan penyedia data ramalan cuaca, memperkirakan radiasi nuklir dari kebocoran situs Punggye-ri bisa menjangkau Jepang.

Sejak 2006, Korut sudah melakukan enam kali uji coba senjata pemusnah massal. Tiga di antaranya terjadi di Punggye-ri.

Uji coba terakhir, sekaligus yang terbesar, menggunakan senjata bom hidrogen pada 3 September lalu.

Para ahli memperkirakan, akibat uji coba bom hidrogen itu, tanah di sekitar situs menjadi lemah, dan membuat terowongan runtuh.

Baca juga : Terowongan di Lokasi Tes Nuklir Korut Runtuh, 200 Tewas

AccuWeather, seperti dilansir Mirror menjelaskan, selama ini, uji coba nuklir dilakukan saat kondisi hembusan angin sedang lemah.

Lemahnya hembusan angin membuat penyebaran radiasi hanya terjadi di sekitar situs.

Presiden sekaligus pendiri AccuWeather, Joel Myers memperkirakan, angin bakal bertiup kencang dari arah barat laut beberapa hari ke depan.

Dampaknya, radiasi akibat kebocoran situs uji coba akan bergerak menuju utara Jepang.

"Dimulai dari Laut Jepang, daerah di Jepang yang terancam antara lain Hokkaido dan Honshu," kata Myers.

Bukan tidak mungkin, lanjut Myers, radiasi itu bakal merembet ke selatan pada akhir pekan ini jika hembusan angin terus menguat.

Baca juga : Korsel dan Jepang Bisa Pertimbangkan Miliki Senjata Nuklir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X