Negara Islam Desak PBB Perjuangkan Nasib Rohingya

Kompas.com - 02/11/2017, 09:31 WIB
Pengungsi baru Rohingya duduk dekat kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, Selasa (29/8). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir HossainPengungsi baru Rohingya duduk dekat kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, Selasa (29/8).
|
EditorVeronika Yasinta

RIYADH, KOMPAS.com - Negara Islam di dunia mendesak PBB untuk memperjuangkan nasib etnis Rohingya yang telah terusir dari Myanmar.

57 negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut akan menandai kembalinya isu Myanmar ke agenda pembahasan perkembangan hak asasi manusia di PBB.

Mewakili negara muslim, Arab Saudi menyampaikan dalam draf resolusi agar Myanmar mengakhiri operasi militer yang menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia etnis Rohingya.

Draf yang rencananya akan disampaikan ke Majelis Umum PBB pada pekan ini berisi kekhawatiran negara anggota terhadap kekerasan di Myanmar, termasuk kekuatan yang tidak proporsional antara militer Myanmar dengan etnis Rohingya.

Dilansir dari AFP, Kamis (2/11/2017), negara Islam meminta pemerintah Myanmar membuka akses petugas penyelamat ke Rakhine, dan memastikan semua pengungsi dapat kembali ke rumahnya.

Baca juga : Myanmar Tuding Banglades Hambat Proses Pemulangan Pengungsi Rohingya

Selain itu, Myanmar juga harus memberikan hak kewarnegaraan penuh ke Rohingya.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menyerukan untuk menghentikan aksi kekerasan di Myanmar.

Namun, dia diharapkan dapat bertindak lebih serius mengenai hal tersebut pada acara pertemuan pemimpin negara Asean di Filipina pekan depan.

Etnis Rohingya telah menghadapi diskriminasi selama puluhan tahun di Myanmar, bahkan mereka ditolak menjadi warga negara Myanmar sejak 1982.

Selama ini, mereka hidup di Rakhine tanpa status kewarganegaraan yang jelas.

Baca juga : Myanmar Setuju Terima Lagi Pengungsi Rohingya dengan Syarat

Sebelumnya, dewan HAM PBB menuding Myanmar telah mengusir Rohingya secara permanen dengan menanam ranjau di perbatasan Banglades, di mana para pengungsi berlindung.

Menurut kesaksian etnis Rohingya di pengungsian, tentara-tentara Myanmar telah menembaki kelompoknya tanpa pandang bulu.

Selain itu, penculikan dan pemerkosaan terhadap perempuan dan anak-anak juga dilakukan oleh tentara.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X