FBI: Saipov Minta Pajang Bendera ISIS di Kamar Rumah Sakit

Kompas.com - 02/11/2017, 08:21 WIB
Sayfullo Saipov pelaku teror truk di New York yang menewaskan delapan orang. St Charles County Police Department/AFPSayfullo Saipov pelaku teror truk di New York yang menewaskan delapan orang.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Sayfullo Saipov, tersangka aksi teroris di Manhattan, New York, Selasa (31/10/2017), mengaku menikmati aksinya menewaskan delapan orang dan melukai belasan lainnya.

Hal itu terungkap dari dokumen penyelidikan yang dilakukan dinas intelijen federal ( FBI) terhadap Saipov Rabu (1/11/2017).

Dalam dokumen FBI, seperti dilansir Sky News, Saipov diketahui berniat untuk menyerang Amerika Serikat (AS) sejak setahun lalu.

Saipov, seperti dikatakan FBI, begitu termotivasi setelah melihat video pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi.

"Saipov memutuskan melakukan aksi penyerangan menggunakan pikap yang dia sewa pada Agustus lalu," demikian keterangan dalam dokumen penyelidikan FBI.

Baca juga : Siapa Sayfullo Saipov Pelaku Teror Truk di New York?

Pria 29 tahun asal Uzbekistan itu melanjutkan, jika saja polisi tidak menghentikannya, dia berencana untuk menabrak lebih banyak orang di Jembatan Brooklyn.

Begitu bangganya Saipov akan perbuatannya, Saipov sampai meminta kepada polisi supaya boleh memajang bendera ISIS di kamar rumah sakit.

Tidak hanya itu, Deputi Komisaris Bidang Kontra-Terorisme Kepolisian New York, John Miller berkata, Saipov juga meninggalkan tulisan di mobil yang berisi "ISIS akan jaya selamanya".

Presiden AS Donald Trump berkicau di Twitter dengan mengutuk Saipov sebagai tindakan yang "sakit" dan "gila".

Dia juga mewacanakan bakal mengirim para teroris ke penjara di Teluk Guantanamo.

Trump juga bakal meninjau ulang kebijakan visa imigran yang bisa meloloskan Saipov ke AS 2010.

Baca juga : Pelaku Teror Truk New York Teradikalisasi di Dalam Negeri

Baca tentang


Sumber Sky
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X