Paus Fransiskus Sedih atas Aksi Teror di New York dan Seluruh Dunia

Kompas.com - 01/11/2017, 21:22 WIB
Paus Fransiskus saat memimpin doa di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (1/11/2017).Filippo Monteforte / AFP Paus Fransiskus saat memimpin doa di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (1/11/2017).

VATIKAN, KOMPAS.com — Paus Fransiskus menyesalkan dan mengecam masih maraknya serangan teror di dunia, tidak terkecuali aksi teror di New York, Selasa (31/10/2017).

"Saya sedih atas serangan teroris yang terjadi akhir-akhir ini di Somalia, Afganistan, dan kemarin di New York," ujar Paus saat doa di lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Paus pun mengajak  umatnya untuk berdoa kepada Tuhan agar mengubah hati para pelaku teror dan membebaskan dunia dari kebencian dan pembunuhan yang mengatasnamakan Tuhan.

Kecaman atas aksi yang menewaskan 8 orang dan melukai 11 lainnya di jalanan kota Manhattan, New York, itu datang dari berbagai pihak.

Sebelumnya, kecaman atas serangan yang menggunakan mobil pikap itu juga datang dari Pemerintah Iran.

Bahkan, Pemerintah Uzbekistan, yang diduga sebagai negara asal pelaku, Sayfullo Saipov, menyatakan siap membantu proses penyelidikan hingga tuntas.

Baca juga: Uzbekistan Siap Bantu AS Usut Tuntas Teror Truk New York



EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X