Kompas.com - 01/11/2017, 20:59 WIB
|
EditorErvan Hardoko

ROMA, KOMPAS.com - Seorang pemimpin mafia memerintahkan pembunuhan putri kandungnya karena memiliki hubungan asmara dengan seorang polisi.

Pino Scaduto memerintahkan putranya untuk melakukan pembunuhan itu. Namun, sang putra menolak perintah ayahnya itu. Demikian dikabarkan media Italia.

Scaduto, yang berasal dari Bagheria dekat kota Palermo, Sisilia, dikabarkan memberikan perintah pembunuhan itu saat dia mendekam di dalam penjara.

Para penyidik menemukan perintah pembunuhan ini saat mereka memeriksa surat menyurat Scaduto antara 2009 hingga 2010.

Baca juga : Beri Like Foto Kekasih Anak Mafia, Remaja Italia Tewas Ditembak

Polisi menjelaskan, lewat surat-surat itu Scaduto memerintahkan putranya, yang juga didakwa melakukan pembunuhan, untuk menghabisi saudarinya karena dianggap sudah menjadi informan polisi.

"Saya tak mau melakukannya. Anda sebagai ayah adalah satu-satunya yang bisa melakukan itu," kata putra Scaduto saat menolak perintah tersebut.

Scaduto dilaporkan mencoba mencari orang lain untuk melakukan pembunuhan tersebut. Namun, semua orang itu menolak karena menganggap masalah ini adalah problem keluarga Scaduto.

"Hari ini seorang bos mafia ditangkap karena ingin membunuh putrinya sendiri karena dia memiliki hubungan asmara dengan polisi," kata Menlu Italia, Angelino Alfano, Selasa (31/10/2017).

"Mafia ingin merusak beberapa hal yang kita anggap sakral seperti keluarga dan kehormatan," lanjut Alfano.

"Mafia biasanya selalu digambarkan sebagai orang-orang terhormat, tetapi di mana kehormatan mereka saat memerintahkan pembunuhan salah satu anak mereka?" kata Alfano.

Baca juga : Bos Besar Mafia Sisilia Tewas Dibunuh di Jalanan Palermo

Scaduto dibebaskan dari penjara pada April lalu tetapi setelah hal ini terungkap dia kembali ditahan bersama dengan 15 rekannya.

Semuanya didakwa menjadi anggota organisasi kejahatan mafia yang memeras para pengusaha lokal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Euronews


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.