Jumlah Imigran Asal Libya yang Masuk ke Italia Menurun 70 Persen

Kompas.com - 01/11/2017, 12:10 WIB
Para imigran gelap yang diselamatkan dibawa oleh sebuah kapal Italia di Porto Empedocle, Sisilia pada 12 April 2015. APPara imigran gelap yang diselamatkan dibawa oleh sebuah kapal Italia di Porto Empedocle, Sisilia pada 12 April 2015.
|
EditorVeronika Yasinta

ROMA, KOMPAS.com — Kedatangan imigran ke Italia menurun hampir 70 persen sejak kesepakatan pembatasan ekspor perahu karet ke Libya diteken pada Juli 2017.

Dilansir dari AFP, Rabu (1/11/2017), Kementerian Dalam Negeri Italia menyebutkan, jumlah imigran yang masuk ke Italia merosot 69 persen sejak Juli lalu.

Sementara dibandingkan dengan tahun lalu, total imigran yang masuk ke Italia turun 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Rute-rute yang menjadi jalan bagi imigran menuju ke Italia juga telah ditutup pada akhir Juni.

Baca juga: 6,6 Juta Imigran Menunggu Kesempatan Menyeberang ke Eropa

Kendati terjadi penurunan jumlah kedatangan imigran dari Libya, hal itu tidak menandakan bahwa krisis migrasi berakhir.

Orang-orang dari Tunisia membanjiri Italia hingga tiga kali lipat jumlahnya pada tahun ini.

Selain itu, jumlah warga Aljazair yang datang juga berlipat ganda dan imigran asal Turki melonjak tajam mencapai 63 persen.

Italia tengah berjuang menghadapi pendatang baru. Formulir permintaan suaka di negara itu meningkat menjadi 123.000 pada tahun lalu dibandingkan dengan 2015 yang hanya 84.000.

Sebelumnya Uni Eropa bersepakat membatasi ekspor perahu karet ke Libya.

Kesepatan tersebut diambil para menteri luar negeri blok 28 negara itu sebagai upaya mempersulit terjadi perdagangan manusia, khususnya menyelundupkan imigran ke Eropa.

Baca juga: Eropa Batasi Ekspor Perahu Karet untuk Cegah Arus Imigran

Langkah Uni Eropa itu merupakan upaya membantu Libya mencegah arus imigran ke Italia yang menjadi pintu masuk utama ke Eropa.

Hampir 150.000 imigran menyeberangi Laut Mediterania sepanjang tahun ini.

Bulan lalu, Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi menyelamatkan lebih dari 14.500 imigran dari perdagangan manusia.

Mereka ditemukan dalam kondisi yang mengerikan, di Sabratha, daerah pesisir Libya.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X