Kompas.com - 31/10/2017, 16:01 WIB
Tampilan layar komputer yang diserang virus ransomware WannaCry. Mark SchiefelbeinTampilan layar komputer yang diserang virus ransomware WannaCry.
|
EditorAgni Vidya Perdana

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam pernyataan Inggris yang menuduh negara itu terlibat dalam aksi serangan ransomware, WannaCry.

Korea Utara menyebut tuduhan Inggris itu sebagai bentuk upaya jahat untuk semakin memperketat sanksi internasional terhadap Pyongyang.

Serangan ransomware WannaCry sempat marak pada Mei lalu.

Virus tersebut menyerang dan mengambil alih kendali komputer, serta menuntut pemiliknya untuk menransfer sejumlah pembayaran dalam bentuk Bitcoin.

Ransomware ini menjangkiti komputer tanpa pandang bulu, termasuk komputer milik Departemen Kesehatan Nasional Inggris.

Laporan pemerintah mengatakan, hingga sepertiga rumah sakit umum di Inggris terserang ransomware WannaCry tersebut.

Baca juga: Badan Intelijen AS Tuding Ransomware WannaCry dari Korea Utara

Para peneliti juga menuduh Pyongyang sebagai pihak yang bertanggung jawab karena melihat kode dalam WannaCry mirip dengan serangan hacker sebelumnya yang dikaitkan dengan Kim Jong Un.

Menteri Rumah Tangga Inggris Ben Wallace mengatakan pada BBC akhir pekan lalu, London yakin Korea Utara terkait dengan teror ransomware tersebut.

Juru bicara Asosiasi Korea Utara-Eropa, organisasi sipil yang disponsori Kementerian Luar Negeri Korea Utara, membantah tuduhan tersebut dan memperingatkan Inggris atas tuduhannya yang tak berdasar.

"Tindakan ini sudah melampaui batas toleransi kami. Membuat kami bertanya-tanya tujuan sebenarnya di balik tuduhan Inggris," demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor berita resmi KCNA, Senin (30/10/2017) malam.

"Langkah pemerintah Inggris yang mengaitkan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dengan serangan siber tak bisa dijelaskan selain sebagai upaya kembali memancing komunitas internasional untuk semakin tidak percaya kepada DPRK," lanjut pernyataan tersebut.

Data yang dimiliki pemerintah Korea Selatan menyebutkan, Korea Utara memiliki setidaknya 6.800 pakar perang siber yang telah dikaitkan dengan sejumlah serangan siber, termasuk pada Sony Picture di 2014.

Para ahli juga mengatakan, Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir mulai menjajaki upaya serangan siber sebagai upaya mengumpulkan dana untuk menghadapi sanksi PBB atas program nuklir dan misil mereka.

Baca juga: Kiat Menangkal Serangan Virus Ransomware seperti WannaCry



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X