Kompas.com - 31/10/2017, 07:44 WIB
Pemimpin Kurdi Irak, Masoud Barzani saat tampil memberikan pidato televisi di Irbil, Minggu (29/10/2017). PHOTO REUTERSPemimpin Kurdi Irak, Masoud Barzani saat tampil memberikan pidato televisi di Irbil, Minggu (29/10/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

ANKARA, KOMPAS.com - Pengumuman pemimpin Kurdi Irak, Masoud Barzani tentang rencana pengunduran dirinya disambut gembira dalam pemberitaan media pro-pemerintah Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menuduh Barzani, bekas sekutu dekatnya, berkhianat karena menggelar referendum kemerdekaan pada bulan Oktober lalu.

Baca juga : Penerbangan Internasional di Ibu Kota Kurdi-Irak Dihentikan, Ada Apa?

"Turki, baik secara terbuka atau tidak, akan sangat senang dengan disingkirkannya Barzani sebagai presiden dan diganti dengan orang lain."

Demikian dikatakan mantan diplomat senior Turki, Aydin Selcen, yang mendirikan Konsulat Turki di Ibu Kota daerah Kurdi Irak, Irbil.

Baca juga : Jelang Penutupan Penerbangan, Warga Asing di Kurdi-Irak Padati Bandara

Ankara, lewat tekanan diplomatik dan ekonomi, terang-terangan mengupayakan agar orang-orang Kurdi membatalkan niat mereka untuk merdeka.

Ankara khawatir langkah itu dapat memicu minoritas Kurdi di wilayah lain -termasuk di Turki, untuk meniru hingga mengundang pergolakan.

Kendati demikian, Turki pun harus menanggung kerugian besar dengan pengunduran diri Barzani.

Sejak akhir tahun 2000-an, Presiden Erdogan menjalin hubungan politik yang erat dengan Barzani.

Hubungan itu terealisasi dalam perdagangan yang berkembang pesat, menyusul ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan Irak.

Erdogan berulang kali menuduh Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi dan pendahulunya, Nouri al-Maliki, menjalankan kebijakan melawan minoritas Sunni Irak.

Hal itu menjadi sebuah sikap yang konsisten dengan kecenderungan Presiden Turki untuk menunjukkan diri sebagai pembela hak warga Sunni di kawasan itu.

Baca: Baca juga : Jadi Korban Presiden Erdogan, Wali Kota Ankara Mengundurkan Diri



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X