Kompas.com - 31/10/2017, 05:00 WIB
Mantan Menteri Dalam Negeri AS Henry Kissinger (kiri) saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Mandel Ngan / AFPMantan Menteri Dalam Negeri AS Henry Kissinger (kiri) saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON, KOMPAS.com - Korea Selatan dan Jepang tidak sepenuhnya tertutup dari kemungkinan mengembangkan persenjataan nuklir.

Ancaman yang terus berkembang dari Korea Utara bisa saja memicu terjadinya penyebaran senjata nuklir di Asia. Demikian dikatakan mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger.

Amerika Serikat, melalui Kementerian Pertahanan terus menegaskan tidak akan membiarkan ancaman nuklir Korea Utara maupun mengakui negara tersebut sebagai negara berkekuatan nuklir.

Namun Kissinger beranggapan, jika Korea Utara terus melanjutkan pengembangan senjata nuklir mereka, maka persenjataan nuklir akan menyebar di seluruh Asia.

"Jika mereka (Korea Utara) terus mengembangkan persenjataan nuklir, maka senjata nuklir pasti menyebar ke negara Asia lainnya," kata Kissinger.

Baca juga: AS Ancam Kirim Militer Besar-besaran jika Korut Pakai Senjata Nuklir

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Korea Utara tidak bisa menjadi satu-satunya negara yang memiliki senjata nuklir tanpa Korea Selatan berusaha mengimbanginya dan Jepang yang hanya berdiam diri," ujarnya dilaporkan The Independent.

Pihak Korea Selatan dan Jepang bisa jadi mencemaskan pemerintahan Trump bakal ragu mempertahankan hubungan dengan sekutunya jika hubungan tersebut justru bisa memicu serangan nuklir ke negaranya.

Di Korea Selatan, sekitar 60 persen penduduknya mendukung adanya pembangunan persenjataan nuklir.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang baru saja kembali terpilih, berharap bisa membatalkan konstitusi pasca-perang Jepang dan mulai membangun kekuatan militer guna menghadapi ancaman dari Korea Utara.

Meskipun dukungan publik Jepang akan senjata nuklir rendah, namun hal itu bisa berubah jika kedua negara Korea memilikinya.

Menteri Pertahanan AS James Mattis berusaha meyakinkan kembali sekutunya di kawasan Pasifik dengan menyebut Korea Utara tak akan mampu menandingi kekuatan senjata dan kekompakan koalisi AS-Korea Selatan yang sudah terjalin beberapa dekade.

"Diplomasi tetap menjadi pilihan utama dalam menghadapi Korea Utara. Tapi, serangan terhadap AS dan sekutunya akan ditanggapi dengan kekuatan militer penuh yang efektif dan luar biasa," ujar Mattis.

Baca juga: Antisipasi Perang Nuklir, Korut Lakukan Latihan Evakuasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.