Kompas.com - 30/10/2017, 11:26 WIB
Wali Kota Ankara Melih Gokcek mengumumkan pengunduran dirinya, Sabtu (28/10). AP PHOTOWali Kota Ankara Melih Gokcek mengumumkan pengunduran dirinya, Sabtu (28/10).
EditorGlori K. Wadrianto

ISTANBUL, KOMPAS.com - Wali Kota Ankara Melih Gokcek mengundurkan diri setelah mendapat tekanan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam beberapa minggu terakhir, Erdogan telah memaksa enam wali kota dari Partai AKP yang berkuasa mengundurkan diri.

Hal itu sebagai bagian dari upaya merevitalisasi partai menjelang pemilu yang akan segera dilaksanakan.

Pengunduran diri Melih Gokcek menyusul tekanan kuat Presiden Erdogan yang memuncak dengan pernyataan terbuka tentang konsekuensi berat jika Gokcek tidak mengundurkan diri.

Baca juga : Terdakwa Kudeta Pakai Kaus Hero, Inikah Reaksi Presiden Erdogan?

Dalam pidato pengunduran diri, Gokcek menegaskan, bukan kehendaknya untuk meletakkan jabatan setelah 23 tahun berada di tangannya.

"Saya berhenti bukan karena saya gagal. Saya berhenti karena Erdogan meminta saya berhenti. Saya mematuhi perintah Erdogan dan meninggalkan jabatan saya," ungkap dia.

Gokcek adalah wali kota keenam dari Partai AKP di mana Erdogan bernaung, yang dipaksa mengundurkan diri dalam beberapa minggu terakhir.

Mereka yang mundur adalah walikota di kota-kota terbesar di Turki, termasuk Istanbul.

Pembersihan itu bagian dari upaya Erdogan merevitalisasi partai tersebut setelah kinerja yang buruk dalam referendum tahun ini.

Selain itu juga demi memperluas kekuasaan presiden negara itu.

Referendum itu disahkan dengan kemenangan tipis, dan ditolak di banyak kota terbesar di Turki, termasuk Ankara dan Istanbul.

Padahal, dua kota itu selama ini menjadi kubu presiden.

Sementara, jajak pendapat terus memungkinkan Partai AKP memimpin.

Jajak pendapat yang sama mengindikasikan semakin banyak pemilih yang belum menentukan pilihan ,dan berkurangnya suara pendukung.

Analis politik Atilla Yesilada dari Global Source Partners mengatakan, karena pemilihan presiden dan pemilu dijadwalkan tahun 2019, Erdogan tahu apa yang harus dilakukan.

"Bahwa AKP kehilangan dukungan sangat jelas."

"Jadi, Presiden Erdogan berpikir dengan mengganti wali kota dan pejabat pemerintah daerah yang tidak populer, yang menurut dia tidak lagi bergairah untuk melayani masyarakat."

"Dia bisa mengubah situasi," ulas Yesilada.

"Pemecatan" wali kota yang terus berlangsung menuai tantangan yang belum pernah terjadi terhadap wewenang Erdogan.

Beberapa wali kota mengundurkan diri hanya setelah presiden menyampaikan ancamannya berulangkali.

Menurut pengamat, presiden terbiasa tuntutannya segera dipatuhi. Akibat Turki dalam keadaan darurat sejak kudeta yang gagal tahun lalu, Erdogan mempunyai wewenang besar untuk menyingkirkan wali kota terpilih dari jabatan.

Wewenang itulah yang ia gunakan pada lebih dari 80 kesempatan melawan wali kota yang termasuk dalam partai HDP yang pro-Kurdi.

Pemecatan wali kota oleh Erdogan juga disertai pembersihan serupa terhadap pejabat partai dan pejabat lokal yang terus berlanjut untuk tingkat nasional.

Analis Yesilada memperingatkan, strategi Erdogan mungkin salah.

Sebab, semakin banyak laporan tentang meningkatnya perselisihan di dalam Partai AKP yang berkuasa, meskipun hanya sedikit anggota yang berani bicara secara terbuka.

Namun, para analis memperingatkan, pertaruhan Erdogan merevitalisasi partainya dengan mengorbankan wali kota bisa menjadi bumerang.

Hal itu mengingat pemilih cenderung memprihatinkan inflasi dua digit yang terus meningkat dan angka pengangguran di Turki yang melambung, bersamaan dengan menurunnya nilai tukar mata uang.

Baca juga : Erdogan: Turki Bisa Jadi Obat Penyakit Kronis Eropa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.