Ancam Bakar Hidup-hidup Pria Kulit Hitam, 2 Petani Afsel Dipenjara

Kompas.com - 27/10/2017, 19:31 WIB
Willem Oosthuizen (kiri) dan Theo Jackson, dua petani yang mengancam akan membakar hidup-hidup seorang pria kulit hitam, dijatuhi hukuman penjara 19 dan 16 tahun. GIANLUIGI GUERCIA / AFPWillem Oosthuizen (kiri) dan Theo Jackson, dua petani yang mengancam akan membakar hidup-hidup seorang pria kulit hitam, dijatuhi hukuman penjara 19 dan 16 tahun.
|
EditorErvan Hardoko

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Afrika Selatan, Jumat (27/10/2017), mengirim dua orang petani kulit putih ke penjara masing-masing 19 dan 16 tahun.

Hukuman ini dijatuhkan hakim setelah keduanya terbukti merekam aksi mereka saat memaksa seorang pria kulit hitam masuk ke dalam peti jenazah dan mengancam akan membakarnya hidup-hidup.

Willem Oosthuizen dan Theo Martins Jackson hanya bisa menyandarkan kepala ke kursi setelah mendengarkan putusan hakim.

"Perilaku para terdakwa sangat tidak menghormati manusia dan menjijikkan," kata hakim Segopotje Mphahlele dalam sidang yang digelar di Middelburg, 165 kilometer sebelah timur Johannesburg.

Baca juga : Menakar Nasib Warga Kulit Hitam dalam Pemerintahan Trump

Kedua petani tersebut sebelumnya menyatakan diri mereka tak bersalah dalam insiden yang terjadi tahun lalu di provinsi Mpumalanga, wilayah timur Afrika Selatan.

Keduanya mengatakan, mereka hanya berniat menakut-nakuti Victor Mlotshwa yang dituduh mencuri kabel tembaga dari lahan pertanian milik kedua orang itu.

Meski menyatakan diri tak bersalah, pada 25 Agustus lalu pengadilan menyatakan keduanya bersalah dalam percobaan pembunuhan, penculikan, intimidasi, dan penyerangan dengan niat menimbulkan luka.

Oosthuizen dijatuhi hukuman 16 tahun penjara sementara Jackson lebih berat yaitu 19 tahun penjara.

"Perilaku paling mengerikan dari terdakwa adalah memaksa korbannya masuk ke dalam peti jenazah," kata hakim Mphahlele.

"Setelah korban berada di dalam peti, mereka mengancam akan membakarnya. Mereka bahkan bertanya kepada korban bagaimana cara dia ingin mati, perlahan atau cepat," tambah hakim.

"Apa yang dilakukan para terdakwa melanggar semangat konstitusi," hakim menegaskan.

Hakim menambahkan, ini bukan kali pertama kedua terdakwa melakukan hal serupa yang dianggap memicu ketegangan antar-etnis di Afrika Selatan.

Hal yang membuat hakim menjatuhkan hukuman berat adalah karena keduanya membantah telah mengancam akan membunuh korbannya.

"Perilaku terdakwa selama proses pengadilan sama sekali tak menunjukkan penyesalan," ujar hakim.

Baca juga : Sepasang Kekasih di AS Ditangkap Usai Tabrak hingga Tewas Remaja Kulit Hitam

Dalam sidang itu, korban kedua terdakwa Victor Mlotshwa duduk tepat di belakang keluarga kedua petani itu, terlihat tersenyum saat hakim menjatuhkan vonis.

Para pendukung partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang memenuhi ruang sidang merayakan keputusan hakim tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X