Kompas.com - 27/10/2017, 16:05 WIB
Ilustrasi anak berantem thinkstock/vesmilIlustrasi anak berantem
|
EditorGlori K. Wadrianto

Sebanyak 400 kasus di antaranya dari 374 sekolah disebut sebagai "situasi serius", seperti yang tertuang pada undang-undang pencegahan perundungan.

Situasi serius itu terkait anak-anak yang mengalami penderitaan secara mental dan fisik yang signifikan.

Berdasarkan survei dari kementerian terkait, sekitar 30 persen sekolah menyatakan tidak terdapat perundungan sepanjang tahun ajaran terakhir.

Namun, kementerian meyakini sekolah-sekolah melewatkan kasus-kasus yang terjadi. Hal itu mengingat laporan atas peristiwa perundungan yang mencapai 1.000 kasus di setiap provinsi yang berbeda.

Tercatat pula, tindakan intimidasi di sekolah dasar mencapai lebih dari 237.000 kasus yang melibatkan siswa kelas satu hingga kelas empat.

Baca juga : Dampak Bullying pada Mereka yang Jadi Saksi

Di antara jenis-jenis perundungan, ejekan, dan fitnah atau umpatan adalah yang paling banyak dialami murid. Jumlahnya mencapai 62,5 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bullying secara online dengan komputer dan ponsel juga meningkat 3,3 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi di sekolah menengah atas.

Sementara, tindak kekerasan di tingkat SD, SMP, dan SMA meningkat 2.651 kasus menjadi 59.457 kasus.

Pada 2015, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, memilih  bunuh diri. Dalam catatan di buku hariannya, dia menulis bahwa dia tidak ingin dirundung.

Awalnya, sekolah menolak klaim orangtua yang menyatakan kematian anaknya akibat perundungan. Sekolah berpendapat anak itu hanya "diejek".

Ibu dari siswi yang bunuh diri itu, Junko Nakashima, diberi tahu oleh anaknya bahwa sang guru tidak mengerti bahwa anaknya telah diabaikan, dan diusik oleh teman sekelas.

"Jika saja guru mampu menghadapi situasi itu," kata sang ibu.


 


Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X