Kompas.com - 27/10/2017, 14:21 WIB
Sejumlah model tembok yang akan digunakan untuk perbatasan Meksiko-AS akan diuji coba di San Diego. Mani Albrecht / US Customs and Border Protection / AFP Sejumlah model tembok yang akan digunakan untuk perbatasan Meksiko-AS akan diuji coba di San Diego.
|
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat, Kamis (26/10/2017), mengumumkan, prototipe tembok perbatasan dengan Meksiko sudah selesai dibuat.

Tahap berikutnya, prototipe tembok itu akan menjalani uji coba dengan cara dihantam dengan menggunakan palu godam, kapak, dibakar, hingga peralatan lain yang bertenaga listrik atau baterai.

Uji coba ini yang akan berlangsung selama dua bulan ini akan menjadi bahan kesimpulan bahwa berbagai jenis material bisa dicampur untuk menghasilkan tembok yang efektif.

Hal ini disampaikan plt wakil komisioner Badan Penjaga Perbatasan dan Bea Cukai Ronald Vitiello.

Baca juga : Trump Berkicau di Twitter, Meksiko Tetap Tak Mau Bayar Tembok Pembatas

Hasil dari uji coba itu akan menentukan masa depan pembangunan tembok yang hingga hari ini masalah pembiayaannya belum disetujui Kongres.

Uji coba ini baru akan dilakukan sekitar satu bulan lagi karena sejumlah campuran beton di prototipe ini belum cukup kering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vitiello mengatakan, para pekerja selama masa uji coba selama 30-60 hari itu mencoba menjawab pernyataan mendasar soal tembok tersebut.

"Apakah tembok itu bisa dipanjat? Bisakah digali di bawahnya? Bisakah bertahan dari alat-alat pemotong?" kata Vitiello.

Di perbatasan AS-Meksiko kini telah berdiri pagar satu lapis sepanjang 1.052 kilometer dari seluruh panjang perbatasan yaitu 3.143 kilometer. Selain itu terdapat 92 kilometer pagar pembatas yang terdiri dari dua dan tiga lapis.

AS dan Meksiko memiliki perbatasan sepanjang 3.143 kilometer. Garis-garis merah dalam peta menunjukkan pagar pembatas yang sudah ada saat ini.Telegraph AS dan Meksiko memiliki perbatasan sepanjang 3.143 kilometer. Garis-garis merah dalam peta menunjukkan pagar pembatas yang sudah ada saat ini.
Sejak musim panas lalu pemerintah sudah menunjuk enam perusahaan untuk membangun model tembok yang akan digunakan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.