Kompas.com - 25/10/2017, 16:37 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

COX'S BAZAAR, KOMPAS.com - Terusir dari rumah mereka di Myanmar, dan harus tinggal berjejalan di kamp-kamp pengungsi di Banglades, adalah sekelumit kisah penderitaan warga Rohingya saat ini. 

Makin sesaknya kamp pengungsian membuat derita mereka semakin menjadi. Akses untuk mendapat makanan dan air bersih pun kian sempit.

Segala cara dilakukan mereka untuk bertahan hidup.

Bahkan, ada wanita Rohingya yang terpaksa terjun ke dunia prostitusi demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kesaksian ini setidaknya diungkapkan salah seorang perempuan Rohingya bernama Romida yang ada di pengungsian.

Dia mengatakan terpaksa menjual diri demi bayaran 1.000 Taka atau sekitar Rp 163.000.

"Aku sudah berkata kepada diriku sendiri aku akan melakukan apapun. Aku tidak punya pilihan lain," kata Romida seperti dikutip The Independent, Selasa (24/10/2017).

Baca juga : Peduli Rohingya, AS Pertimbangkan Beri Sanksi ke Myanmar

Romida mengaku melakukan "praktik"-nya secara sembunyi-sembunyi, dan di ruangan yang tertutup.

"Kalau tidak, mereka bisa membunuh kami," ungkap perempuan 26 tahun itu.

Hal yang sama disuarakan Rena (18). Ibu muda itu terpaksa menjadi pekerja seks, namun sudah sejak dua tahun terakhir.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.