Kompas.com - 25/10/2017, 08:20 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017). WANG ZHAO / AFPPresiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017).
|
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com - Partai yang paling berkuasa di China, Partai Komunis, telah mengamandemen konstitusi dengan menambah nama Presiden China Xi Jinping beserta ideologinya.

Hal ini sama seperti yang dilakukan pendiri negara komunis China, sekaligus Presiden Pertama China, Mao Zedong.

Konsep Xi mengenai "sosialisme dengan karakteristik China untuk era baru" ditambahkan ke dalam konstitusi partai pada penutupan kongres yang dilaksanakan dua kali dalam satu dekade.

Dengan amandemen konstitusi itu, Xi menjadi orang paling berkuasaa, pemimpin besar paling hebat di China setelah sebelumnya hanya dipegang Mao.

"Rakyat China dan negara memiliki masa depan yang hebat dan cerah," kata Xi kepada delegasi partai saat penutupan kongres, seperti dikutip dari The Independet, Selasa (24/11/2017).

Baca: Presiden Xi Inginkan Kemajuan yang Stabil dengan AS

"Pada waktu ini, kita merasa makin percaya diri dan bangga. Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanggungjawab yang besar," lanjutnya.

Konsep Xi dipandang sebagai sebuah terobosan dari tahapan reformasi ekonomi yang mengantar Deng Xiaoping pada akhir 1970-an.

Deng Xiaoping merupakan pemimpin revolusi Partai Komunis yang kemudian menjadi pemimpin tertinggi China. Dia adalah pemimpin generasi kedua setelah Mao Zedong.

Di bawah arahannya, reformasi terjadi dalam berbagai aspek di China mulai dari politik, ekonomi, dan kehidupan sosial. Deng Xiaoping juga memasukkan elemen-elemen sistem perdagangan bebas ke dalam ekonomi China.

Baca: Xi Minta Trump dan Korut Menjaga Kata-kata dan Tindakan

Sementara itu, atas pengaruh Xi yang kuat, nama Xi lantas melekat pada teorinya, yang membuatnya setara dengan Mao Zedong.

Xi menjelaskan konsepnya sebagai pusat bagi China mengamankan "kesuksesan yang efektif dalam membangun masyarakat yang makmur dalam berbagai aspek".

Dia juga memasang pencapaian target pada 2021, atau saat peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis.

Sementara, perwujudan masyarakat China yang makmur dan modern, diharapkan dapat tercapai pada 2049 atau tepat 100 tahun pendirian Republik Rakyat China.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X