Kompas.com - 24/10/2017, 07:25 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menuding koalisi militer asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah telah membombardir kota Raqqa hingga "rata dengan tanah" selama pertempuran melawan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, kondisi di Raqqa sama seperti kondisi kota Dresden di Jerman yang dihancurkan tentara sekutu pada Perang Dunia II.

"Raqqa telah mewarisi nasib Dresden di tahun 1945, disapu bersih dari bumi dengan pemboman yang dilalukan oleh Anglo-Amerika," kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

Dia menuding Barat tampaknya bergegas untuk mengirim bantuan keuangan kepada Raqqa sebagai cara untuk menutupi bukti kejahatannya.

Rusia sendiri telah dituduh melakukan kejahatan perang karena pembomannya di Aleppo tahun lalu.

Koalisi pimpinan AS mengatakan, mereka berusaha meminimalkan risiko terhadap warga sipil dengan mematuhi proses dan prosedur yang ketat.

Namun, para aktivis Suriah menyebut sekitar 1.130 hingga 1.873 warga sipil terbunuh dan banyak dari mereka adalah korban dari serangan udara yang dilakukan tentara koalisi.

Baca: Keseharian Raqqa, Ibu Kota ISIS, Siapa Pun Bisa Mati Setiap Saat

Serangan udara itu untuk membantu aliansi tentara Kurdi dan Arab yang juga dikenal dengan sebutan Pasukan Demokratik Suriah atau Syrian Democratic Forces (SDF) untuk melawan ISIS.

SDF mengumumkan kemenangan di Raqqa pekan lalu setelah pertempuran empat bulan untuk merebut kembali kota tersebut dari ISIS, yang telah menguasai kota itu selama tiga tahun.

Mereka juga mengklaim telah mengambil alih ladang minyak al-Omar, sumber pendapatan militan yang signifikan, Minggu (22/10/2017).

Penyelidik kejahatan perang PBB mengatakan pekan lalu bahwa terjadi “penumpasan kehidupan sipil yang mengejutkan” di Raqqa.

PBB menyebut sekitar 8.000 orang masih terjebak di dalam kota Raqqa dan bahwa hampir 270.000 warga sipil telah mengungsi sejak April.

Serangan udara, baku tembak dan bentrokan di lapangan juga menghancurkan infrastruktur sipil dan rumah warga Raqqa.

Pemboman tentara sekutu menghancurkan sebagian besar Dresden pada 1945.Getty Images/BBC Pemboman tentara sekutu menghancurkan sebagian besar Dresden pada 1945.
Seorang anggota dewan setempat baru-baru ini memperkirakan bahwa setidaknya separuh kota itu hancur.

Pertarungan melawan militan sekarang difokuskan pada benteng terakhir mereka di provinsi timur Suriah, Deir al-Zour.

Sejak awal 2014, ISIS menjadikan Raqqa sebagai pusat “kekhalifahan” Islam versi ISIS.

Mereka menerapkan interpretasi Islam secara ekstrem dengan memberlakukan hukuman pemenggalan kepala, penyaliban, dan penyiksaan untuk meneror warga yang menantang peraturannya.

Baca: Militan ISIS Terakhir Tinggalkan Raqqa, 400 Warga Dibawa Jadi Perisai

Militan ISIS juga menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan menembak mereka yang mencoba melarikan diri.

Kota ini juga menjadi pusat ribuan jihadis dari seluruh dunia yang terpanggil untuk bermigrasi ke sana memenuhi seruan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.