Gelar Aksi Solo Dukung Rohingya, Seorang Aktivis Banglades Dibekuk

Kompas.com - 23/10/2017, 19:35 WIB
Seorang gadis pengungsi Rohingya dari Myanmar, diabadikan sesaat dia tiba di Ukhiya, Banglades, 6 September 2017. PBB (UNHCR) mengatakan, jumlah warga etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar, yang telah melarikan diri ke Banglades telah mencapai 313.000 orang. AFP PHOTO / K M ASADSeorang gadis pengungsi Rohingya dari Myanmar, diabadikan sesaat dia tiba di Ukhiya, Banglades, 6 September 2017. PBB (UNHCR) mengatakan, jumlah warga etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar, yang telah melarikan diri ke Banglades telah mencapai 313.000 orang.
|
EditorGlori K. Wadrianto

COX'S BAZAAR, KOMPAS.com - Mahbubul Alam Minar, seorang aktivis Banglades ditahan pihak kepolisian, setelah membentangkan spanduk berisi dukungan terhadap etnis Rohingya.

Minar sudah sepekan mendekam di bui Kepolisian Perbatasan Cox's Bazaar. Namun, polisi baru membeberkan informasi itu Minggu kemarin (22/10/2017).

AFP memberitakan, Minar menjalani penyidikan terkait dengan motifnya membentangkan spanduk dukungan kepada kelompok etnis Rohingya.


Saat ditangkap, Minar sedang menjalani aksinya seorang diri.

Baca juga : Tak Hanya Myanmar, Warga Dunia Pun Gagal Lindungi Rohingya

Dia mengklaim dirinya sebagai perwakilan dari Komite Pemenuhan Hak-Hak Rohingya.

Dalam spanduk tersebut, Minar menuntut agar etnis Rohingya bisa diberi jaminan keamanan untuk kembali ke Myanmar.

Etnis rohingya pun, kata dia, harus diberikan kompensasi atas rumah maupun tanah mereka yang sudah hancur.

Tidak hanya itu, Minar juga menyuarakan agar Negara Bagian Rakhine diberi nama Arakan.

Minat pun mendesak agar Etnis Rohingya juga diberikan kebebasan beribadah, hak mendapat pendidikan, serta sistem peradilan terpisah.

Wakil Kepala Polisi Perbatasan Cox's Bazaar, Afrozul Haq Tutul mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan Minar memiliki hubungan dengan Jamaat-e-Islami.

Jamaat-e-Islami adalah partai politik Islam terbesar di Banglades.

Otoritas keamanan Banglades khawatir, jika aksi tersebut ditunggangi oleh milisi pemberontak seperti Arakan Rohingya Salvation Army.

Baca juga : India Minta Myanmar Bawa Pulang Pengungsi Rohingya

Sebelumnya, sejak 25 Agustus, 600.000 etnis Rohingya melarikan diri dari Rakhine setelah militer Myanmar melancarkan serangan balasan terhadap kelompok pemberontak Arakan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X